Capaian Vaksinasi 49,97 Persen

Capaian Vaksinasi 49,97 Persen
GENCARKAN VAKSINASI: Bupati Kebumen Arif Sugiyanto meninjau gelaran vaksinasi di SMP Negeri 1 Adimulyo, Sabtu (6/11).

KEBUMEN, Radar Kebumen – Capaian vaksinasi Kabupaten Kebumen telah mencapai 49,97 persen. Dengan total masyarakat yang telah telah tervaksinasi sebanyak 341.837 orang.

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyebut, dalam waktu dekat, Kabupaten Kebumen bakal memasuki pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2. Hal ini karena capaian vaksinasi telah mendekati 50 persen. “Dalam kategori bisa menurunkan level untuk suatu Kabupaten. Kami optimis di minggu depan (hari ini, Red) atau sesuai target pengecekan PPKM, Kebumen turun menjadi level 2,” harap Arif saat monitoring vaksinasi SMP Negri 1 Adimulyo, Sabtu (6/11).

Arif semakin optimis, saat diketahui pasien positif Covid-19 semakin menurun. Tercatat pada Sabtu (6/11), prosentase terkonfirmasi kasus aktif sejumlah 0,1 persen. Saat ini masih terdapat 6 pasien dirawat dan 2 orang sedang menjalani isolasi mandiri. “Karena dasar penurunan PPKM tidak hanya merujuk kepada tingkat capaian target vaksinasi, namun juga indikator akumulasi pasien Covid-19 harian,” sebutnya.

Untuk laju perkembangan Covid-19 di Kabupaten Kebumen, Arif mengaku saat ini cukup terkendali. Bahkan, pemkab menarget pada akhir tahun, Kebumen mampu melewati PPKM level 2. Dan selanjutnya masuk ke level 1. “Dengan catatan, perkembangan pasien tidak lebih dari 20 kasus. Target kami di Desember menjadi PPKM level 1,” tegasnya.

Meski nantinya level PPKM turun, Arif meminta kepada masyarakat agar tidak abai terhadap protokol kesehatan (prokes). Selain itu, masyarakay bisa ikut mendukung percepatan target vaksinasi. “Jadi mari bersama-sama sukseskan vaksinasi untuk membentuk kekebalan badan supaya semakin kuat. Prokes juga jangan lupa karena sangat penting,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala SMP Negri 1 Adimulyo Noto Sutarjo berharap, Kabupaten Kebumen bisa segera turun level. Dengan demikian, sektor pendidikan bisa berangsur normal. “Sekarang sudah berlangsung pembelajaran tatap muka (PTM) 50  persen. Ke depan semoga bisa dilaksanakan secara penuh,” ujarnya. (cr2/eno/er)

Lainnya