Knalpot Bising Target Operasi Zebra Candi

Knalpot Bising Target Operasi Zebra Candi
AJAK TERTIB: Salah satu sasaran Operasi Zebra Candi yang dilakukan Polres Kebumen adalah motor dengan knalpot bising.

KEBUMEN, Radar Kebumen – Polres Kebumen tengah gencar menggelar razia melalui Operasi Zebra Candi 2021. Salah satu sasaran yang dimasukkan dalam adalah razia  yang akan digelar hingga 28 November itu adalah motor berkenalpot brong atau bising.

Kasi Humas Polres Kebumen Iptu Tugiman menjelaskan, hal itu dilakukan untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas hingga mengurangi jumlah knalpot bising yang mengganggu pengguna kendaraan lain. “Penggunaan knalpot brong ini sangat mengganggu. Sudah banyak keluhan masyarakat,” jelasnya, kemarin (18/11).

Saat operasi berlangsung, Polres Kebumen telah melakukan tindakan dengan memberikan bukti pelanggaran (tilang) kepada pengendara yang kedapatan menggunakan knalpot bising. Penindakan tersebut dilakukan untuk menciptakan budaya tertib dan disiplin dalam berlalu lintas.

Namun, ada beberapa pelanggar beritikad baik yang bersedia mengganti langsung di hadapan petugas, sehingga tidak dilakukan penilangan.  “Mereka mengganti knalpot bising dengan knalpot standar,” sambung Kasat Lantas Polres Kebumen AKP Sugiyanto.

Selain mengganti dengan knalpot standar, pelanggar juga diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan dan menyerahkan knalpot brong ke petugas.

Penggunaan knalpot bising dinilai berseberangan dengan norma sosial dan aturan yang berlaku di Indonesia. Disebutkan, pengendara bermotor berknalpot racing atau tidak sesuai standar pabrikan melanggar Undang-undang (UU) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan  Pasal 285 Ayat 1.

Selain itu, menyalahi aturan tentang knalpot yang tertuang dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2009. Di dalamnya diterangkan bahwa motor berkubikasi 80-175 cc, tingkat maksimal kebisingan 80 dB, dan untuk motor di atas 175 cc maksimal bising 83 dB. (cr2/din/er)

Lainnya