Permudah Layanan Surat Menyurat

Permudah Layanan Surat Menyurat
Para kepala desa menghadiri penerbitan TTE di Sasana Pambiwara Diskominfo Kebumen sebagai penujang kebutuhan layanan administrasi masyarakat berbasis teknologi digital. (M Hafied/Radar Kebumen)

KEBUMEN, Radar Kebumen – Tata kelola administrasi berbasis teknologi digital mulai diterapkan di lingkungan pemerintah desa (Pemdes) di Kabupaten Kebumen. Salah satunya mulai diterapkannya tanda tangan elektronik (TTE) untuk 84 kepala desa (kades).

Kepala Bidang Pengelolaan Data Elektronik (PDE) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kebumen Luhur Rahpinuji menyampaikan, selain mempermudah layanan surat menyurat, langkah ini bagian upaya menuju desa melek teknologi. Tujuannya untuk efisiensi layanan administrasi pemerintahan. “Dengan sertifikat ini kepala desa bisa tanda tangan di mana pun,” ujarnya, saat meninjau penerbitan TTE di Sasana Pambiwara Diskominfo Kebumen, kemarin (18/11).

TTE, kata Luhur, menjadi solusi yang mengarah pada pemenuhan legalitas dokumen di era digitaliasasi. Penggunaan TTE juga bersifat meningkatkan keamanan dokumen dari risiko pemalsuan. “Fungsi untuk keamanan informasi, sekarang di OPD sudah e-latter. Misal disposisi jam berapa pun kita bisa baca. Jam berapa pun bisa tanda tangan,” katanya.

Menurut dia, TTE ini memiliki jaminan identitas sama dengan tanda tangan manual. Baik secara keutuhan muatan dokumen maupun persetujuan penanda tangan. “Tanda tangan elektronik ini juga sudah digunakan Kemendagri dan KPP Pratama untuk surat bukti pajak,” imbuh Luhur.

Di lingkup desa, TTE sudah diterapkan untuk 171 kepala desa dari 449 desa yang ada. Penerbitan kali ini merupakan tahap kedua dari sebelumnya sudah diterbitkan sejumlah 87 desa pada Juli lalu. Pihaknya pun menarget TTE akan selesai di seluruh desa pada 2026 mendatang. “Kami bertahap selama RPJM bupati. Karena diselarasakan dengan program bupati,” tuturnya.

Kades Candiwulan Kuatno menyambut baik inovasi hadirnya TTE untuk mempermudah layanan ke masyarakat. Dengan begitu, akan meningkatkan kinerja pemerintah desa dalam hal layanan administrasi. “Kami sangat antusias menyambutnya. Demi kemajuan desa dengan memanfaatkan teknologi,” kata dia.

Kuatno mengaku, sejauh ini layanan administrasi kepada masyarakat terkadang kurang optimal. Di tengah kesibukan menjalankan tugas luar kantor, kepala desa masih harus menandatangani dokumen manual yang menjadi kebutuhan administrasi masyarakat. “Sekarang di jalan pun bisa,” tegasnya. (cr2/din)

Lainnya