Sita Aset Tersangka Tipikor Desa Bagung

Sita Aset Tersangka Tipikor Desa Bagung
DISITA : Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kebumen, Budi Setyawan memimpin penggeladahan dan penyitaan satu unit mobil milik tersangka dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) Desa Bagung, Prembun tahun 2017. (Istimewa)

RADAR KEBUMEN – Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kebumen melakukan penggeladahan dan penyitaan satu unit mobil milik tersangka dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) Desa Bagung, Prembun. Penyitaan tersebut dipimpin langsung Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kebumen, Budi Setyawan.

Upaya penggeledahan dan penyitaan berdasar surat perintah Kepala Kejari Kebumen Nomor-Print 04/M.3.25/Fd 1/11/2021 tertanggal 18 November 2021. Adapun mobil yang disita adalah Avanza seri G tahun 2015.

Penggeledahan itu dilakukan di dua tempat berbeda. Pertama di Kantor Balai Desa Bagung, selanjutnya di rumah pribadi milik tersangka AP di RT 02/RW 02, Desa Bagung. “Dalam penggeledahan penyidik berhasil menyita satu unit mobil pribadi milik tersangka AP” terang Kasi Pidsus Budi Setyawan kemarin Senin (22/11).

Budi menjelaskan, Kejari Kebumen akan terus berupaya melakukan penelusuran dan pelacakan atas aset milik tersangka. Baik berupa uang maupun barang sebagai penyelamatan kerugian uang negara dalam perkara tersebut. “Dan sebagai potensi guna pengembalian kerugian keuangan negara yang timbul. Kalau nominal barang kami belum tahu karena  belum dicek oleh kantor lelang negara,” jelas dia.

AP merupakan mantan Plt Sekretaris Desa Bagung tahun 2017. Selain AP, Kejari Kebumen juga menetapkan status tersangka kepada AT selaku mantan kepala Desa Bagung atas kasus yang sama.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga melakukan penyalahgunaan program bantuan santunan sosial pemugaran rumah tangga miskin pada tahun 2017 senilai Rp 120 juta.

Kini, kedua tersangka telah ditahan di Rutan Kelas II B Kebumen selama 20 hari hingga 30 November 2021 mendatang. Atas perbuatannya, AP dan TA disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 UU Tipikor Subsidiair Pasal 3.

Terpisah, Kuasa Hukum tersangka Umi Mujiarti menyampaikan, terhadap kasus yang menimpa kliennya diminta agar menghormati proses hukum yang sedang berjalan, serta disikapi dengan menjunjung tinggi asas parduga tidak bersalah. “Karena apa yang sekarang disangkakan terhadap klien kami itu belum tentu benar, sehingga mohon untuk dilaksanakan asas praduga tidak bersalah,” jelasnya. (cr2/bah)

Lainnya