Pembangunan Flyover Juga Direncanakan di Karanganyar

Pembangunan Flyover Juga Direncanakan di Karanganyar
RAWAN MACET: Pembangunan jembatan layang juga direncanakan dibangun di perlintasan kereta api Karangayar.

KEBUMEN, Radar Kebumen – Rencana pembangunan jalan layang (flyover) tidak hanya di Kecamatan Kutowinangun. Namun juga di Kecamatan Karanganyar, tepat di perlintasan kereta api.

Staf Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VII Jawa Tengah Awang Novika menjelaskan, penentuan lokasi pembangunan flyover di Karanganyar karena lalu lintas yang semakin crowded. Terlebih di perlintasan kereta api Karanganyar, selama ini memang menjadi titik langganan macet.

Menurutnya, antrean kendaraan yang melintas tak bisa terhindarkan ketika palang pintu rel ditutup. Terlebih, saat ini ada jalur ganda (double track) yang mengakibatkan intensitas perjalanan kereta semakin tinggi. “Jumlah kereta api akan banyak. Mungkin akan ada peningkatan drastis. Yang  jelas kami pikirkan untuk perencanaan ke depan,” jelas Awang di Pendopo Kecamatan Karanganyar kemarin (24/11).

Kehadiran flyover, kata Awang, diharapkan menjadi solusi untuk mengurai titik kemacetan di perlintasan rel kereta api Karanganyar. Selain itu, bisa menekan angka kecelakaan yang kerap terjadi di perlintasan kerata api. “Penyebab utama kecelakaan adalah di perlintasan kereta api,” ujarnya.

Rencananya, flyover  yang dibangun memiliki lebar 15,6 meter dan panjang 765 meter. Sekarang, rencana pekerjaan masih memasuki tahap penyusunan perencanaan pengadaan tanah dan pemukiman. “Pertemuan konsultasi masyarakat (PKM) ke-2 baru dilakukan hari ini (kemari, Red),” bebernya.

Sementara itu, Kepala UPT Resort Jalan Rel 5.12 Gombong Sandi Permana membenarkan, jika aktivitas perjalanan kereta api semakin sibuk pasca dibangun jalur ganda. Rata-rata, kereta melintas setiap 20-60 menit sekali pada hari normal. Estimasi tersebut merupakan hitungan masa pandemi Covid-19. “Kalau weekend bisa setengah jam sekali. Hitungan hulu dari Bandung-Jogja, begitu sebaliknya,” ungkap Sandi.

Hitungan di atas, tambah Sandi, belum termasuk untuk perjalanan kereta api barang. Serta momentum akhir pekan dan hari besar. Dia memprediksi, perjalanan kereta api akan semakin meningkat seiring pembatasan aktivitas masyarakat mulai dilonggarkan.  “Setelah pandemi, bisa 15 menit sekali. Itu kondisi normal. Untuk penutupan palang pintu 8-10 menit,” ucapnya. (cr2/eno/er)

Lainnya