Korban Proyek Bendungan Terima Santunan

Korban Proyek Bendungan Terima Santunan
SANTUNAN: Pemberian santunan dari BPJS Ketenagakerjaan diberikan secara simbolis oleh Asisten III Sekda Purworejo, Pram Prasetya Achmad sebelum Rapat Koordinasi di Ruang Bagelen Setda Purworejo, kemarin. (HENDRI UTOMO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – BPJS Ketenagakerjaan memberikan santunan terhadap Saeful, 24, pekerja jasa konstruksi proyek pembangunan Bendungan Bener yang mengalami kecelakaan meninggal tertimpa alat berat belum lama ini. Santunan diberikan kepada ahli waris, kemarin (29/11).

“Santunan program BPJS Ketenagakerjaan ada tiga orang, pertama pekerja jasa konstruksi dari Proyek Bendung Bener yang kemarin meninggal tertimpa alat berat,” ucap Kepala BPJS Ketenagakerjaan Purworejo, Rosalina Agustin.

Dijelaskan, santunan juga diberikan kepada pekerja non ASN Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Purworejo yang meninggal dunia karena sakit. Kepala Desa Cengkawakrejo, Kecamatan Banyuurip yang meninggal dunia dan masuk kategori kecelakaan kerja juga mendapat santunan. “Saiful merupakan pekerja PT. Brantas Abipraya yang berhak mendapat JKK (jaminan kecelakaan kerja). Santunan diserahkan kepada ahli waris yakni orang tuanya sebesar Rp 107,8 juta,” jelasnya.

Sementara Kepala Desa juga mendapat JKK sebesar Rp 138,4 juta, JHT (Jaminan Hari Tua) Rp 2,2 juta, beasiswa anak I perguruan tinggi Rp 36 juta, beasiswa anak II SMP sampai Perguruan Tinggi Rp 73 juta, serta jaminan pensiun berkala Rp 356.600 per bulan. “Untuk pekerja DLH diberikan kepada ahli waris yaitu istrinya JKM (jaminan santunan kematian) sebesar Rp 42 juta,” ucapnya.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Magelang, Budi Santoso mengungkapkan, rapat koordinasi ini adalah tindak lanjut dari pembentukan tim pengarah dan tim pelaksana kaitannya dengan Instruksi Presiden No 2 Tahun 2021. “Jadi salah satu isi di dalam Inpres itu ada instruksi kepada bupati/wali kota untuk mendukung program BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya.

Menurutnya, semua diberikan dengan instruksi bupati melalui sekda yang telah membentuk dua tim, secara teknis tim pelaksana yang akan banyak langsung terjun ke lapangan kaitannya dengan akuisisi atau perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Sasarannya yakni adalah pekerja non formal yang bekerja diluar tenaga formal non ASN di lingkungan Pemda Kabupaten Purworejo.

“Secara fakta jumlah kepesertaan pekerja formal itu lebih besar jumlahnya daripada yang non formal, tapi kan memang kendala dilapangan yang mengedukasi masyarakat khususnya yang non formal itu kan perlu keterlibatan semua pihak, tidak hanya dari BPJS tapi juga dari Pemda ikut sosialisasi kaitannya dengan kesadaran menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya. (tom/bah)

Lainnya