Siapkan Munggangsari Jadi Agrowisata 

Siapkan Munggangsari Jadi Agrowisata 
POTENSIAL: Kades Munggangsari Pujiyanto  dan Abdul Kholiq dari Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Jawa Tengah saat singgah di Rest Area Munggangsari, beberapa waktu lalu. (HENDRI UTOMO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Pemerintah serius mengembangkan ekonomi Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan. Bahkan sudah masuk dalam pengalokasian APBN. Hal itu juga didukung kebijakan-kebijakan khusus. Simpul bandara sudah terealisasi. Jalur lintas selatan dan double track kereta api juga sudah berprogres. Nah, ketika Jateng selatan terkoneksi, maka akan menjadi potensi luar biasa.

Hal itu disampaikan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Jawa Tengah Abdul Kholiq saat berkunjung ke agrowisata petik buah jambu kristal di Desa Munggangsari, Grabag, Purworejo, baru-baru ini. Secara umum dia konsern di perkembangan ekonomi simpul Jateng selatan.”Purworejo sebagai salah satu pintu masuk akan menghubungkan kawasan Jateng selatan dengan kawasan ekonomi yang sudah bekrkembang pesat seperti Jogjakarta,” ucapnya.

Menurutnya, kehadiran YIA dengan kapasitas penumpang bisa mencapai 20 juta orang harus memiliki dampak ekonomi bagi kawasan penyangganya. Purworejo sangat dekat dengan YIA, bahkan lebih dekat dari pusat kota Jogjakarta. Proses pengembangannya tentu butuh koordinasi yang baik antara pusat dan daerah dan juga harus mempertimbangkan aspek ekologi.

Dijelaskan, pengembangan kawasan ekonomi khusus Jateng selatan menempatkan Kabupaten Purworejo, Kebumen hingga Purwokerto sebagai wilayah yang memiliki potensi alam luar biasa. Bicara wisata tentu tidak boleh dibatasi dengan batas administrasi, harus kolektif dalam pengembangan kawasan. Tarikannya sudah jelas, wisatawan tentu menjadikan Jogja sebagai pusat wisata budaya dan sejarah. Ketika ingin menikmati wisata alam, salah satu alam pilihannya yakni ke Jateng selatan atau tinggal melintas ke barat.

Jateng selatan memiliki pantai yang indah, alamnya juga tidak kalah mempesona. Praktis tinggal dibuat studi kelayakan dan kebijakan berbasis pariwisata dan agroindustri yang sejalan. Kebijakan pusat sudah berpihak, hanya tinggal political will dari pemerintah daerah. “Tren kebijakan sudah mengarah ke Jateng selatan, dibuktikan dengan rangka infrastrukturnya, hanya skema kawasan ekonomi yang mengintegrasikan potensi menjadi fokus pertama untuk didorong sehingga daya saingnya lebih besar, kolaborasi antar daerah untuk wisata harus dipacu terus,” jelasnya.

Ditegaskan, pihaknya terus mencoba berkomunikasi secara intens kepada semua pemda di seluruh Jateng. Poinnya  yakni mendorong segitiga ekonomi Jateng Utara yang berpusat di Semarang, Jateng timur (Solo) dan Jateng selatan (Purwokerto) semua harus disambungkan. Tentu disesuaikan dengan potensi masing-masing wilayah, produknya yakni kebijakan yang akseleratif. “Syaratnya, semua stakeholder harus memiliki kerangka pemahaman yang sama. Melangkah sesuai dengan tupoksinya dan harus kolaboratif. Jika terintegrasi dan sinergis, maka kesejahteraan akan lebih merata, jika saat ini masih ada ketimpangan antara Jateng utara dan selatan, kedepan harus merata minimal ada perimbangan dari Jateng selatan,” tegasnya.

Kepala Desa Munggangsari Pujiyanto mengungkapkan, untuk pengembangan agrowisata petik jambu kristal, pihaknya telah melakukan berbagai cara, termasuk dengan kehebatan media sosial. Promosi dilakukan baik melalui platform, Instagram, Facebook, dan Youtube. Semua menginformasikan bahwa di Munggangsari ada produk unggulan bernama jambu kristal. Pemdes Munggangsari juga terus berinovasi dengan memberi ciri khas tersendiri Jambu Kristal lokalnya, dengan memberi nama bran Tanwiedjie dari asal kata (tanpo wiji bahasa Jawa yang berarti jambu kristal tanpa biji,red).

Itu sebuah upaya untuk melindungi semangat warga dengan dampak positif bagi mereka. Pemerintah desa juga fokus mengembangkannya melalui empat unit usaha di dibawah naungan BUMDes. Dua di antaranya bahkan fokus untuk pengembangan Jambu Kristal. Agrowisata petik jambu kristal sudah dibuka. Dia berharap dengan unit-unit usaha itu jelas mensupport petani jambu kristal di Munggangsari khususnya.”Muaranya kemampuan ekonomi menjadi lebih baik dan masyarakat  bisa lebih sejahtera,” ungkapnya.

Munggangsari juga terus berinovasi, terobosan terbaru yakni coba mengembangkan Jambu Kristal berdaging merah. Sebab rata-rata jambu kristal yang banyak beredar di pasar yakni jambu kristal berdaging putih. “Kami ini ada varian lain, termasuk produk turunanya terus kami eksplorasi, ada grubi, rujak dan keripik yang masih kami sempurnakan baik dari segi produksi dan pengemasannya,” ucapnya.

Pujiyanto mengimbau, siapa saja yang melintasi jalur Daendels yang lebih dikenal dengan JJLS, untuk mampir di Munggangsari. “Kami ada basecamp Rest Area Munggangsari, lokasi yang sangat representatif untuk rehat,” jelasnya.(tom/din)

Lainnya