BIAS Hambat Percepatan Vaksinasi Anak

BIAS Hambat Percepatan Vaksinasi Anak

KEBUMEN, Radar Kebumen–Bulan imunisasi anak sekolah (BIAS) menghambat percepatan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun. Hal ini karena harus adanya jeda selama empat pekan untuk anak bisa menerima vaksin Covid-19.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kebumen Aurina Widya Hapsari menjelaskan, imunisasi rutin dan vaksinasi Covid-19 anak merupakan dua hal yang sama penting. Namun, pelaksanaan keduanya harus diberi jeda minimal satu bulan. “Karena baru menjalani itu (BIAS, Red), jadi belum semua mendapatkan vaksin Covid-19,” tuturnya, kemarin (4/1).

Jenis vaksin pada BIAS, kata Auirn, yang diberikan antara lain untuk imunisasi campak, imunisasi difteri tetanus (DT), dan imunisasi tetanus (TD). Menurutnya, selain vaksin Covid-19, jenis imunisasi ini juga dibutuhkan anak sekolah. Semua ditujukan untuk proses pembentukan imun tubuh terhadap suatu penyakit. “Konsentrasi kami memang terpecah, tapi semua tetap kerjakan,” ucap Aurin.

Setelah satu pekan vaksinasi Covid-19 dilaksanakan, Aurin mengaku, belum seluruhnya anak usia 6-11 tahun mendapatkan vaksinasi Covid-19. Hingga kini, capaian vaksinasi Covid-19 anak sekitar 5,82 persen. Atau mencapai 7.048 anak.

Sementara sasaran di Kebumen, total anak yang harus mendapatkan vaksin sejumlah 121.062 orang. “Target dosis pertama anak kemungkinan Februari sudah,” bebernya.

Lebih lanjut, mekanisme pelaksanaan vaksinasi anak akan dilakukan dengan jemput bola. Berkunjung ke sekolah-sekolah. Dia meminta, orang tua siswa tak perlu khawatir dengan pemberian vaksin jenis Sinovac. “Karena gunanya untuk kekebalan. Ketika mencapai herd immunity, konsekuensinya ya bisa belajar langsung,” jelasnya.

Sementara total vaksinasi Covid-19 di Kebumen, lanjutnya, sudah mencapai 72,67 persen. Atau sebanyak 771.370 orang untuk dosis pertama. Sedangkan dosis kedua,  mencapai 50,13 persen, atau 532.088 orang. Adapun vaksin untuk remaja, mencapai 88,04 persen atau 111.867 orang. “Kami masih konsentrasi anak-anak dan mengejar dosis keuda untuk dewasa. Itu yang menjadi pekerjaan rumah,” ucapnya. (cr2/eno/er)

Lainnya