Tolak Pengukuran Tanah Desa Wadas

Tolak Pengukuran Tanah Desa Wadas
TETAP MENOLAK : Gempa Dewa melakukan unjuk rasa di depan kantor BPN Purworejo terkait penolakan pengukuran tanah Desa Wadas, kemarin (6/1). (HENDRI UTOMO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Ratusan warga yang tergabung dalam gerakan masyarakat peduli alam Desa Wadas (Gempa Dewa) unjuk rasa di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Purworejo, kemarin (6/1). Mereka menolak pengukuran tanah di Desa Wadas oleh BPN.

Peserta unjuk rasa Anwar Fajar menjelaskan, aksi yang dilakukan adalah respon surat BPN. Yang berencana melakukan pengukuran tanah di desa Wadas. “Kami menolak pengambilan batuan quarry material pembangunan Bendung Bener,” tegasnya.

BPN berencana melakukan pengukuran tanah di Desa Wadas pada Kamis (13/1). Jika pengukuran tanah tetap dilakukan, masyarakat mengancam akan menghadang petugas pengukur tanah. “Kami sangat keberatan dengan rencana tersebut, sejak awal hingga kini kami tetap konsisten menolak rencana pertambangan itu,” jelasnya.

Perwakilan Gempa Dewa juga akan melakukan aksi serupa. Ke kantor Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSSO) Jogjakarta. Tidak hanya unjuk rasa, Gempa Dewa telah melakukan upaya hukum ke Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN). Pada Agustus 2021, namun kalah. “Kami gugat ke PTUN dan dikalahkan, kami kasasi di Mahkamah Agung,” ujarnya.

Menurutnya, penambangan yang ada akan menghilangkan sumber kehidupan di Wadas. Mengingat Desa Wadas adalah desa yang lestari, serta kaya hasil bumi dan hutan. “Serta budaya, ekonomi sangat baik,” katanya.

Kepala BPN Purworejo Andri Kristanto mengungkapkan, akan dilakukan koordinasi untuk menentukan tindakan yang akan diambil. Sesuai dengan tuntutan demonstran, BPN akan berkoordinasi dan bersinergi dengan BBWSO, sebagai pihak yang membutuhkan tanah untuk bendungan. “Termasuk ada rencana penghadangan, kami belum bisa memberi keputusan apakah akan menunda atau melanjutkan pengukuran tanah,” ungkapnya. (tom/eno)

Lainnya