32 LC Terjaring Razia Satpol PP

32 LC Terjaring Razia Satpol PP
TERJARING: Wanita pemandu karaoke atau Lady Companion saat dirazia dan didata di Kantor Satpol PP Kabupaten Purworejo, kemarin. (ISTIMEWA)

RADAR PURWOREJO – Sebanyak 32 lady companion (LC) terjaring razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Damkar Kabupaten Purworejo. Kebanyakan dari mereka berstatus janda dan 90 persen berasal dari luar Purworejo. Semua didata, diminta membuat surat pernyataan dan pembinaan.

Kepala Satpol PP Damkar Kabupaten Purworejo, Haryono mengatakan, razia dilakukan sejak Minggu (9/1) pukul 22.00 hingga kemarin (10/1) dini hari sekitar pukul 03.00 di sejumlah karaoke yang ada di wilayah Kabupaten Purworejo. Razia melibatkan 16 personel. Beberapa karaoke yang dirazia diantaranya Karaoke Rimba Raya, Queen, Litta Hong, Litta Cafe, Sintya Music dan Sunda Kelapa.

“Hasilnya total ada 32 wanita pemandu karaoke yang kami identifikasi dan dilakukan pembinaan serta diminta membuat surat pernyataan. Selain itu juga ada lima orang pengelola tempat karaoke yang kami mintai keterangan,” katanya saat dikonfirmasi di kantornya, kemarin.

Kepala Bidang Penegakan Perda, Satpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo, Endang Muryani menambahkan, razia karaoke memang sudah menjadi agenda rutin berkelanjutan untuk pembinaan. Sebab karaoke termasuk kegiatan malam. Harapannya para pemandu karaoke ini bisa melayani tamu dengan sopan mulai dari pakaian, dan karena masih pademi juga wajib tertib protokol kesehatan (prokes).

“Setelah kami data ternyata ada yang belum vaksin, kami juga tekankan untuk tidak ada miras. Pihak pengelola juga diharapkan bisa berkoordinasi untuk izin tempat usahanya. sebab dari tempat karaoke tersebut juga belum mengantongi izin,” katanya.

Ditegaskan, di Kabupaten Purworejo ada sekitar 17 tempat karaoke. Satpol PP, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi utamanya akan melakukan razia yang sama di karaoke yang belum tersentuh. Agar tidak ada kesan tebang pilih. Pihaknya juga akan mengundang OPD terkait dalam hal ini dinas pariwisata dan dinas tenaga kerja supaya Purworejo tidak tercoreng.

Pada Desember 2021, razia dilakukan genap dua kali. Sementara 2022 baru kali pertama dilakukan dan ternyata banyak wajah baru. Seperti diketahui, status LC ini bukan karyawan tetap (freelance) yang bisa pindah dari satu karaoke ke karaoke yang lain.   Mereka juga tidak ada ikatan dengan pengelola karaoke, kebanyakan usianya di bawah 30 tahun.

Dijelaskan, pada razia tersebut tidak ditemukan usia dibawah umur. Kebanyakan mereka menjadi LC sebagai profesi dan banyak yang janda dengan alasan bekerja untuk menghidupi anak-anak mereka. Kebanyakan mereka berasal dari luar Purworejo, bahkan hampir 90 % dari luar Purworejo.

Terkait hal ini, jelasnya, pihaknya juga berharap masyarakat bisa ikut ikut mengawasi jika ada kegiatan yang dinilai meresahkan supaya kami bisa lapor dan kabi bertindak cepat.

Menurutnya, dasar razia yakni Perda Miras, Perda K3 terkait Pornografi dan Pornoaksi serta Perbup Covid-19. Setelah dilakukan pembinaan, pemantauan akan terus dilakukan. Namun sejauh ini hanya sebatas pembinaan.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan rapat dengan OPD terkait, untuk kemungkinan tindakan lebih tegas. “Yang jelas kami tidak bisa berjalan sendiri untuk penertiban ini,” jelasnya.

Dinas kesehatan juga tidak hanya fokus Covid-19, namun biasanya juga cek untuk HIV/AIDS. ”Sejauh ini para LC cukup terbuka dan justru berharap cek HIV/AIDS dilakukan,” ujarnya. (tom/bah)

Lainnya