Baru Tahu Banyak Tempat Karaoke Ilegal

Baru Tahu Banyak Tempat Karaoke Ilegal
PANTAU KETAT: Petugas Satpol PP Kabupaten Purworejo terus melakukan pemantauan sejumlah tempat hiburan malam (karaoke) di wilayah Kabupaten Purworejo, kemarin. (ISTIMEWA)

RADAR PURWOREJO – Pemkab Purworejo baru tahu di wilayahnya banyak tempat karaoke illegal atau tak berizin. Itu setelah viralnya lady escort (LC) atau pemandu karaoke di Purworejo dengan mengenakan seragam mirip sekolah. Satpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo pun mulai menggiatkan razia.

Kepala Satpol PP dan Damkar Purworejo Hariyono saat dikonfirmasi mengatakan, berdasarkan pendataan sementara ada sekitar 18 usaha karaoke di Kabupaten Purworejo. Ketika dikonfirmasi sebagian besar belum berizin. Untuk itu pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan OPD terkait untuk menyikapi hal tersebut. “Kami koordinasi dengan OPD terkait untuk melakukan langkah atau tindakan terhadap para pengusaha karaoke di Purworejo,” katanya, kemarin (11/1).

Dijelaskan, 18 usaha karaoke tersebut tersebar di beberapa Kecamatan di Kabupaten Purworejo. Kebanyakan pengusaha juga menyediakan miras yang diperjual belikan. Kedelapan belas karaoke itu berada di Kecamatan Purwodadi, Purworejo, Gebang,, Kutoarjo dan Butuh. Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar selalu aktif dalam menjaga kondusifitas wilayah di Kabupaten Purworejo. “Ikut aktif memberikan informasi jika menemukan hal-hal yang mencurigakan,” jelasnya.

Sementara itu, video pemandu karaoke dengan tampilan seksi berseragam sekolah putih abu-abu itu viral di media sosial. Hingga berita ini diturunkan Video yang diunggah di salah satu akun tik tok tersebut sudah ditonton hingga ribuan kali. Kemunculan video viral tersebut bersamaan dengan operasi rutin yang dilakukan Satpol PP Kabupaten Purworejo. Operasi digelar di sejumlah tempat hiburan malam, puluhan pemandu telah didata, diminta membuat surat pernyataan dan mendapatkan pembinaan di Kantor Satpol PP Damkar Purworejo. “Kami mendata 32 orang pemandu karaoke dan meminta lima orang pemilik tempat hiburan malam. Sementara tempat karaoke “RR” yang merupakan lokasi viralnya berita tersebut saat dirazia sudah tutup. Tadi malam kami kunjungi juga masih tutup,” ucap Mantan Camat Kaligesing itu.

Sebelumnya, saat razia pada Minggu malam hingga Senin dini hari (9-10/1), menemuka 32 pemandu karaoke yang kemudian diidentifikasi dan dilakukan pembinaan. Serta diminta membuat surat pernyataan. Selain itu juga ada lima orang pengelola tempat karaoke yang dimintai keterangan Seperti diketahui, status LC ini bukan karyawan tetap (Freelance) yang bisa pindah dari satu karaoke ke karaoke yang lain. Mereka juga tidak ada ikatan dengan pengelola karaoke, kebanyakan usianya di bawah 30 tahun. (tom/pra)

Lainnya