Ganjar Diminta Tak Sekadar Kunjungan

Ganjar Diminta Tak Sekadar Kunjungan
KUNJUNGAN: Warga saat menyambut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Desa Gunungsari, Karanggayam, beberapa waktu lalu.

KEBUMEN, Radar Kebumen – Kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ke sejumlah tempat di Kebumen, diharapkan tidak hanya sekadar kunjungan. Lebih dari itu, para kepala desa (kades) di Kecamatan Karanggayam menanti program gubernur yang bersifat sentuhan langsung ke masyarakat luas.
Ketua Paguyuban Kades se-Karanggayam Jasirun mengapresiasi kunjungan Ganjar hingga rela bermalam di Karanggayam pada Selasa (11/1). Namun, menurutnya hal itu tak cukup jika tidak disusul komitmen atau kerja nyata. Khususnya untuk membangun wilayah Karanggayam dari berbagai sektor. ”Mewakili teman kades menyampaikan syukur dan terimakasih. Sebetulnya harapan yang paling prioritas adalah infrastruktur,” kata Jasirun, kemarin (16/1).
Terlebih Kecamatan Karanggayam termasuk wilayah penyumbang kantong kemiskinan. Dan ditetapkan menjadi kecamatan prioritas penanganan kemiskinan ekstrem di Kebumen. Untuk itu, butuh kolaborasi serta dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah dalam menjawab persoalan tersebut. ”Bagian kecamatan kemiskinan ekstrem karena sebagian besar jalan rusak,” jelasnya.
Kondisi kemiskinan, kata Jasirun, terjadi karena beberapa faktor. Antara lain belum optimalnya dukungan anggaran yang menjurus kepada irisan penanganan pengentasan kemiskinan. Mulai persoalan infrastruktur, kesehatan, penunjang aktivitas ekonomi masyarakat, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia. ”Perekonomian dapat meningkat manakala ada pasar desa. Layanan kesehatan disediakan puskesmas rawat inap,” ujarnya.
Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Saiful Hadi menyampaikan, mengatasi persoalan dalam satu wilayah tidak selesai jika ditunjukan dengan kunjungan kerja. Melainkan butuh kebijakan anggaran untuk mengurai permasalahan yang dihadapi masyarakat. ”Contohnya dukungan untuk program pemberdayaan pertanian, perikanan, kesehatan sampai membuka lapangan kerja,” ucapnya.
Saiful menambahkan, fungsi dukungan anggaran diharapkan bisa berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat. Sehingga Kebumen tidak lagi terbelenggu sebagai wilayah termiskin di Jawa Tengah. ”Program yang diberikan betul-betul output-nya mengurangi angka kemiskinan,” tuturnya.
Dewan dari Dapil 10 Jawa Tengah ini menegaskan, konteks kepala daerah dalam mengatasi kemiskinan tidak bisa hanya dilakukan pendekatan orang per orang. Tapi harus melihat kompleksitas sumber persoalan. ”Karena jika itu yang dilakukan lebih cenderung ke pencitraan,” pungkasnya. (cr2/eno/er)

Lainnya