Kearifan Lokal Jadi Kontrol Sosial di Masyarakat

Kearifan Lokal Jadi Kontrol Sosial di Masyarakat
PEDULI: Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti menyerahkan bantuan untuk penguatan kearifan lokal berupa alat musik gamelan bagi seniman jaran kepang kepada Desa Suren dan Desa Bendungan di Aula Balai Desa Suren Kecamatan Kutoarjo Jumat (14/1). (ISTIMEWA)

RADAR PURWOREJO – Kearifan local, terutama kesenian daerah tidak luput dari perhatian pemerintah. Bahkan, kesenian Desa Suren dan Desa Bendungan baru saja mendapatkan bantuan penguatan kearifan lokal dari Kementerian Sosial, berupa alat kesenian dan modal usaha ekonomi produktif.

“Saya berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik. Yakni, untuk lebih mengembangkan seni budaya lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti, kemarin (15/1).

Dia juga meminta kepada masyarakat untuk terus memperkuat kearifan lokal. Hal itu agar budaya atau ciri khas daerah tidak hilang atau punah.

Menurutnya, saat ini pergeseran nilai-nilai di masyarakat sering terjadi. Itu, karena adanya perkembangan masyarakat baik dari segi demografi penduduk yang makin heterogen maupun pola interaksi masyarakat yang kurang menghargai nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

‘Pada akhirnya bisa berpotensi menyebabkan terjadinya konflik sosial dan semakin mempermudah paham radikalisme masuk ke tengah-tengah masyarakat,” ungkap Yuli.

Disebutkan, berdasarkan hasil penelitian Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pada 2019, sebanyak 60 persen kearifan lokal dapat mencegah berkembangnya paham radikal. Sebab, dengan kearifan lokal dapat menjadi kontrol sosial di lingkungan tempat tinggal.

“Sehingga tidak berlebihan, jika pemerintah terus berupaya menggali dan mengembangkan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat di setiap daerah”, jelas dia. (han/din)

Lainnya