Satpol PP Sita Ratusan Botol Miras

Satpol PP Sita Ratusan Botol Miras
PEKAT: Satpol PP Damkar Purworejo mengamankan ratusan botol Miras berbagai jenis hasil operasi Pekat di sejumlah wilayah, kemarin. (HENDRI UTOMO/ RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Purworejo terbilang cukup sibuk beberapa pekan terakhir. Tidak hanya menegakkan perda tentang tempat karaoke tak berizin yang menjamur dan viralnya video LC berseragam putih abu-abu yang menggemparkan dunia pendidikan, mereka juga harus berhadapan dengan biang penyakit masyarakat (pekat) yakni peredaran minuman keras (miras) .

Kepala Satpol PP Damkar Kabupaten Purworejo Haryono mengatakan, pihaknya telah membongkar praktik penimbunan dan peredaran minuman keras (miras) di berbagai wilayah kecamatan di Kabupaten Purworejo. Ratusan botol miras berbagai jenis disita. Para pemiliknya akan segera disidangkan di Pengadilan Negeri Purworejo.

“Razia ratusan botol miras itu merupakan hasil operasi penyakit masyarakat (pekat) sejak masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) akhir Desember 2021 dan beberapa dari operasi yang baru pasca heboh karaoke. Ada beberapa target operasi, tercatat peredaran di empat Kecamatan (Ngombol, Bruno, Bayan, dan Bagelen),” katanya.

Dijelaskan, total ada 899 botol miras dengan berbagai jenis disita. Di antaranya jenis ciu, anggur merah, anggur kolesom, Vodka, Mansion House, Aarak Bali, dan Bir Bintang. Semua sudah ditangani PPNS Satpol PP Damkar Purworejo. Jumlah miras yang berhasil diamankan cukup fantastis. Maka operasi serupa akan terus digencarkan rutin di seluruh wilayah Kabupaten Purworejo. “Tidak hanya dalam rangka menjaga kondusifitas Nataru kemarin, operasi Pekat akan terus berlanjut demi terciptanya Tibumtranmas di Kabupaten Purworejo,” jelasnya.

Menurutnya, selain razia atau penindakan, langkah preventif seperti sosialisasi dan penyuluhan tak kalah penting untuk dilakukan. Target sasarannya tentu para pemilik warung, pedagang yang berpotensi menjual miras, masyarakat, serta pelajar. “Sosialisasi Perda Nomor 6 Tahun 2006 tentang Larangan Minuman dan Minuman Beralkohol, harus dipahami secara genap oleh mereka yang berpotensi dna menjadi target sasaran sosialisasi,” ujarnya.

Diharapkan, seluruh elemen masyarakat bisa membantu dalam memahami Perda No 6 Tahun 2006 tersebut dengan tidak mengkonsumsi atau mengedarkan Miras. Masyarakat juga bisa berperan aktif memberikan informasi atau lapor jika ada indikasi peredaran miras yang secara tidak langsung itu juga bentuk andil dalam menekan peredaran Miras di Kabupaten Purworejo. “Ketika masyarakat melihat hal-hal yang mencurigakan, jangan takut melapor, kami akan lakukan pemantauan, pengawasan hingga penindakan dan akan melindungi identitas pelapor,” harapnya.

Kepala Bidang Penegakan Perda, Endang Muryani SE menambahkan, empat titik peredaran Miras yang berhasil dibongkar, sedikitnya ada enam pelanggar dan akan disidangkan di PN Purworejo guna mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai peraturan dan undang-undang yang berlaku. “Dari sejumlah pelanggar itu, tidak ada pengedar kategori besar. Hanya jelang Nataru mereka sengaja menyediakan. Sidang akan digelar dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh PN Purworejo,” ucapnya. (tom/din)

Lainnya