Bikin Bising, Tilang Motor Knalpot Blombongan

Bikin Bising, Tilang Motor Knalpot Blombongan
POLUSI SUARA: Puluhan kendaraan dengan knalpot blombongan diamankan di Satlantas Polres Purworejo, kemarin. (HENDRI UTOMO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Para pengendara sepeda motor dengan knalpot bersuara bising atau biasa disebut dengan knalpot blombongan harus berurusan dengan polisi. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Purworejo juga akan gencar menindak kendaraan dengan knalpot bising tersebut karena dinilai menimbulkan polusi suara dan tidak sesuai standar dengan sanksi tilang.

KBO Satlantas Polres Purworejo Iptu Muslim Hidayat mengatakan, dalam kurun waktu sepenkan, pihaknya telah mengamankan puluhan kendaraan bermotor dengan knalpot blombongan. Perintah penindakan langsung dari Polda Jawa Tengah untuk mewujudkan Jateng bersih polusi suara. Tidak hanya Polres Purworejo, penindakan knalpot blombongan juga dilakukan serentak di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Penindakan itu juga untuk mewujudkan keamanan dan keselamatan lalu lintas di wilayah hukum Polres Purworejo berikut membangun peradaban pengendara berlalu lintas yang baik. Penindakan dilakukan seluruh wilayah hukum Polres Purworejo yang meliputi 16 kecamatan. “Sampai saat ini kami sudah amankan barang bukti sebanyak 37 kendaraan bermotor roda dua. Hari ini tambah lagi enam sepeda motor dan kemungkinan akan terus bertambah,” katanya, kemarin (17/1).

Ditegaskan, para pengguna knalpot bising diberikan sanksi tilang dan diwajibkan mengganti dengan knalpot standar pabrikan agar tidak menimbulkan polusi suara di tengah masyarakat umum. “Sesuai UU Nomor 22 tahun 2009 pasal 285 ayat 1, knalpot blombongan tidak standar, kami juga minta mereka membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi,” tegasnya.

Menurutnya, dalam proses penilangan, para pengendara memiliki berbagai alasan menggunakan knalpot bising, ada yang alasan untuk kontes, ada juga yang mengaku hanya untuk gaya-gayaan, bahkan ada pula yang mengaku bangga jika menggunakan knalpot suara keras. “Knalpot semacam ini juga identik dengan balap liar,” ujarnya.

Dijelaskan, para pengguna jalan di Kabupaten Purworejo diimbau untuk tetap menggunakan knalpot standar pabrik. Tidak hanya knalpot, tetapi juga kelengkapan dan keselamatan dalam berkendara, hal itu dinilai penting untuk meminimalisir laka lantas. “Jika nanti ada di jalan menjumpai pelanggaran kasat mata, khususnya knalpot tidak standar atau pelanggaran yang berpotensi memicu laka lantas akan kami tindak.Semisal tidak ada spion dan banyak lainnya,” jelasnya. (tom/din)

Lainnya