Rawat Benda Museum Tosan Aji dengan Konservasi

Rawat Benda Museum Tosan Aji dengan Konservasi
RUTIN: Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo saat konservasi benda-benda koleksi Museum Tosan Aji,Jumat (14/1). (Museum Tosan Aji For Radar Purworejo)

RADAR PURWOREJO – Benda tosan di Museum Tosan Aji Purworejo dirawat dengan cara konservasi. Hal ini dilakukan agar benda tidak berkarat.

Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Dyah Woro Setyaningsih menjelaskan, konservasi dilakukan untuk memastikan bahwa koleksi dalam kondisi baik. Secara umum, metode konservasi ada dua, yaitu metode pembersihan mekanis atau manual. Dan metode dengan perlakuan bahan kimia.

Bahan dan permasalahan dari setiap benda akan berpengaruh terhadap konservasi yang dilakukan. Misalnya keris yang berkarat, harus dilakukan identifikasi terlebih dahulu. Yakni, dengan memperhatikan bahan keris disetiap bagian-bagiannya terlebih dahulu. “Karena beda bahan akan membedakan tindakan yang perlu diambil. Setelah ditemukan kerusakaan atau penyakit baru dilakukan konservasi,” ujarnya, kemarin (17/1).

Dia mengaku, konservasi telah dilakukan untuk beberapa benda tosan. Pada Kamis (13/1) dan Jumat (14/1). Untuk saat ini, Museum Tosan Aji memiliki koleksi sebanyak 1.159 bilah koleksi tosan aji. Serta memiliki koleksi benda cagar budaya seperti Batu Lingga, Batu Yoni, hingga Batu Lumpang sejumlah 175 buah.

Selain benda tosan, kata Dyah, perawatan juga dilakukan untuk benda cagar budaya. Dikatakan, perawatan merupakan tindakan pencegahan yang harus dilakukan secara rutin, baik harian ataupun berkala. Hal itu dilakukan untuk mengobati kerusakan cagar budaya dengan baik.

Yakni menggunakan cara perawatan tradisional atau modern untuk menanggulangi benda cagar budaya yang telah rusak dan lapuk. “Bahan alami yang saat ini sudah banyak dikembangkan sebagai bahan konservan tradisional antara lain cengkeh, tembakau, pelepah pisang atau sereh,” rincinya. (han/eno)

Lainnya