Sempat Alot, Rumah Mad Jadid Dieksekusi  

Sempat Alot, Rumah Mad Jadid Dieksekusi  
DIJAGA KETAT: Proses eksekusi lahan di Senepo Seleman Timur RT 002 RW 002, Kelurahan Kutoarjo, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo yang berlangsung alot, kemarin. 

PURWOREJO, Radar Purworejo – Proses eksekusi bangunan rumah di Senepo Seleman Timur, RT 002 RW 002, Kelurahan/ Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo berlangsung alot, kemarin (19/1). Proses eksekusi mendapat pengawalan ketat dari puluhan anggota Polres Purworejo, Brimob Kutoarjo, dan Kodim 0708 Purworejo.

Juru Sita PN Purworejo mengeksekusi perkara Perbuatan Melawan Hukum (PMH), dengan tergugat Mad Jadid. Sebagai penggunaan atau yang menang dalam sengketa lahan itu  adalah Supriyanto. Objek sengketa berupa lahan  seluas 227 meter persegi berikut bangunan rumah di atasnya. Di antaranya rumah yang masih ditempati Mad Jadid beserta keluarga. Ada juga bangunan kos-kosan yang dibangun Supriyanto (penggugat).

Juru sita Pengaddilan Negeri (PN )Purworejo tiba di lokasi dikawal anggota keamanan kemudian membacakan amar putusan eksekusi. Usai dibacakan, pihak keluarga Mad Jadid didampingi penasihat hukum mencoba bertahan dengan menyampaikan pendapat dalam dialog yang cukup alot.

“Dialog diwakili anak (tergugat) berlangsung alot dan itu hal biasa dalam proses eksekusi. Namun semua akhirnya sepakat, semua objek di atas tanah sengketa dibongkar dan diserahkan ke pemiliknya (Supriyanto),” kata  Juru Sita PN Purworejo, Sutanto.

Dijelaskan, dasar eksekusi yakni amar putusan pengadilan dengan perkara Nomor 4 tahun 2018 yang sudah inkrah dan bersifat penghukuman atau condemnatoir. Dalam amar putusan tersebut tidak diperintahkan meratakan bangunan dengan tanah, hanya membongkar dan melakukan pengosongan tempat di atas lahan. “Jadi sekali lagi pelaksanaan eksekusi ini dilakukan sesuai dengan amar putusan yang sudah inkrah,” jelasnya.

Kuasa Hukum Mad Jadid, Sumakmun menyatakan, pihaknya menaati aturan dan putusan hukum yang telah ditetapkan oleh pengadilan. Objek tanah dan bangunan tersebut ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. “Total bangunan kalau seluas itu Rp 500 juta,” katanya. (tom/din)

Lainnya