Warga Kertosono Keluhkan Pasokan Air Irigasi Tersumbat

Warga Kertosono Keluhkan Pasokan Air Irigasi Tersumbat
PASOKAN AIR: Kepala Desa Kertosono Puji Upeni menunjukkan saluran irigasi yang tersumbat, kemarin. (HENDRI UTOMO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Warga Desa Kertosono, Kecamatan Banyuurip mengeluhkan kondisi saluran irigasi yang tidak berfungsi untuk mengairi area persawahan mereka. Kondisi itu dikhawatirkan akan mempengaruhi produktivitas pertanian. “Saluran irigasi dari Desa Sawit menuju Desa Kertosono ditutup Desa Sawit sejak November 2021. Akibatnya sekitar 10 hektare lahan persawahan di Desa Kertosono terdampak,” ucap Kepala Desa Kertosono, Puji Upeni, kemarin (20/1).

Dijelaskan, irigasi itu cukup dibutuhkan warga untuk mengolah lahan pertanian di Desa Kertosono. Upaya mediasi sebetulnya sudah pernah dilakukan sebanyak dua kali oleh Kecamatan Banyuurip. Namun hingga saat ini belum ada titik temu dan saluran irigasi masih tetap ditutup warga Desa Sawit. “Saya tetap berusaha menenangkan warga, agar tidak resah, pasti ada jalan keluarnya,” jelasnya.

Sekretaris Desa Sawit, Ari Wibowo menuturkan, tidak ada upaya warga Desa Sawit menutup irigasi menuju Desa Kertosono. Bukan irigasi yang ditutup, melainkan drainase yang berada di tanah pribadi milik warga Sawit.  Kecamatan Banyuurip bersama Polsek Banyuurip benar pernah memfasilitasi mediasi, hingga melahirkan 3 poin kesepakatan.

Salah satu poin kesepakatan itu yakni Pemdes Sawit akan membangun jembatan dan Pemdes Kertosono melebarkan irigasi. Desa Sawit sudah melaksanakan kesepakatan tersebut, sementara Pemdes Kertosono tidak melebarkan irigasi, hanya meninggikan pinggir irigasi setinggi 20 sentimeter dan itu juga hanya di sisi selatan saja.

“Setelah pembangunan irigasi, RT kami menanyakan kepada Pemdes Kertosono apakah pembangunan sudah selesai?dijawab sudah. Karena pihak kami sudah mendapatkan jawaban dari Pemdes Kertosono sudah selesai, maka drainase tersebut ditutup oleh pemilik tanah,” ucapnya.

Camat Banyuurip, Tri Wahyuni Wulansari mengungkapkan, pihaknya benar sudah genap dua kali menjembatani persoalan irigasi tersebut. Ia juga membenarkan, bahwa yang ditutup warga Sawit bukan irigasi melainkan drainase. Drainase tersebut terlalu dalam sehingga kalau tidak di tutup maka suplai air ke persawahan Desa Sawit terganggu.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, drainase itu mengaliri persawahan Desa Sawit seluas 13 hektare. Kalau untuk Desa Kertosono hanya mengaliri 5 hektare sawah yang hanya dimiliki oleh beberapa warga saja. Dalam mediasi juga sudah disepakati 3 poin, namun menurut laporan Kades Kertosono tidak bersedia menandatangani kesepakatan bersama tersebut. Sehingga masalah itu belum selesai hingga saat ini.

“Drainase itu sebetulnya bukan satu-satunya aliran air ke Desa Kertosono. Jika ditutup, masih ada aliran irigasi lain menuju Desa Kertosono,” ucapnya. (tom/din)

Lainnya