Sopir Anggota DPRD pun Disuntik

Sopir Anggota DPRD pun Disuntik
ANTUSIAS: Wakil Ketua DPRD Kebumen Fuad Wahyudi saat menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster di ruang rapat pimpinan DPRD Kebumen, kemarin (21/1).

KEBUMEN, Radar Kebumen – Para anggota DPRD beserta staf dan secretariat DPRD Kebumen telah menjalani vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau booster. Vaksinasi berlangsung di ruang rapat pimpinan DPRD Kebumen, kemarin (21/1).

Mulai pimpinan hingga anggota dewan tampak antre untuk menerima suntikan vaksin jenis Pfizer. Sebelum divaksin, mereka terlebih dulu menjalani rangkaian pemeriksaan persyaratan hingga kondisi kesehatan. Vaksinasi juga ditujukan bagi pegawai di lingkungan sekretariat dewan (Setwan). Meliputi ASN, staf, tenaga ahli, tenaga harian dan Satpol PP. “Antusias lumayan bagus, baru dibuka sudah hampir separo yang ikut. Sopir dinas yang kebetulan ke sini juga kami ajak vaksin,” kata Wakil Ketua DPRD Kebumen Fuad Wahyudi.

Fuad menjelaskan, vaksinasi booster bagi dewan merupakan bentuk dukungan kepada pemerintah dalam memproteksi masyarakat dari penularan Covid-19. Lebih lagi kini tengah merebak virus Covid-19 varian baru Omicron. “Bagi masyarakat Kebumen tidak usah takut. Sejatinya untuk membentuk dan meningkatkan kekebalan tubuh. Dari dosis dua menjadi booster,” jelasnya.

Ia menambahkan, vaksinasi booster bukanlah suatu keharusan. Tetapi sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat. Selama ini lembaga dewan selalu mendukung keputusan pemerintah yang telah menjadi pemufakatan. Termasuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19. “Dari awal dosis pertama sampai kedua kami ikut. Demi saling menjaga untuk kepentingan bersama,” terang Fuad.

Kegiatan berlangsung atas kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kebumen dengan menerjunkan tim medis dari Puskesmas Kebumen 3. Meski begitu, ada beberapa anggota DPRD yang belum bisa disuntik vaksin booster karena belum memenuhi sejumlah persyaratan. “Kebetulan jarak saya antara dosis dua sudah memenuhi syarat. Tapi ada yang belum. Besok bisa menyusul,” jelasnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kebumen Aurina Widya Hapsari mengatakan, persyaratan bagi masyarakat yang akan menerima vaksin booster antara lain jarak dari dosis minimal enam bulan. Selain itu, usia calon penerima harus di atas 18 tahun, tidak sedang hamil dan menyusui serta terdata pada aplikasi Peduli Lindungi. “Persyaratan sudah komplit tinggal disesuaikan vaksin untuk booster. Karena dosis 1 dan 2 itu harus berbeda,” ujarnya. (cr2/pra/er)

Lainnya