449 Kades Terima Motor Dinas Baru

449 Kades Terima Motor Dinas Baru
ANTUSIAS: Kades menaiki kendaraan dinas baru usai diserahkan secara simbolis oleh Bupati Kebumen Arif Sugiyanto kemarin (26/1).

KEBUMEN – Pemerintah Kabupaten (pemkab) Kebumen memberikan kendaraan dinas baru kepada 449 kepala desa (kades) kemarin (26/1). Kendaran dinas dipilih berupa sepeda motor Yamaha N-Max. Karena berukuran besar, disesuaikan dengan kondisi wilayah Kebumen.

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menjelaskan, kendaraan inventaris diberikan sebagai fasilitas penunjang kinerja kades. Sehingga statusnya adalah pinjam pakai atau titipan dari pemkab kepada pemerintah desa.

Usai diserahkan beserta kelengkapan administrasi, para kades diminta untuk bisa merawat dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya. “Nanti akan saya pantau kinerja setiap desa. Dalam capaian pajak bumi dan bangunan, serta lainnya. Apakah stagnan atau meningkat,” kata Arif usai penyerahan secara simbolis.

Menurut Arif, perlakuan yang diberikan kepada kades tidaklah berlebihan. Sebab, motor lama yang digunakan sebagai kendaraan dinas para kades sudah tidak layak. Dan perlu adanya peremajaan. “Kami paham motor yang dulu sudah digunakan hampir 10 tahun,” tuturnya.

Selanjutnya, kendaraan lama akan ditarik dan diinventarisir kembali. Akan dipilah, mana saja kendaraan yang dianggap masih layak pakai. Jika dipandang masih layak, akan dibagikan ke organisasi perangkat daerah (OPD) atau satuan kerja di lingkungan Pemkab Kebumen.

Diketahui, alokasi anggaran untuk ratusan kendaraan inventaris itu menggunakan APBD sebesar Rp 13,3 miliar. Atau Rp 29,7 juta untuk satu unit. Pemilihan motor dan penyesuaian harga telah berpedoman pada pagu yang diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri).

Arif menambahkan, pemerintah desa sebagai kepanjangan tangan pemerintahan di atasnya harus bisa menjabarkan tugas dan amanah yang diemban. Salah satunya dengan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Semua untuk pelayanan. Biar melayani masyarakat dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Aparatur Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Papdesi) Kebumen Sri Budi Murnianto menyambut baik hadirnya kendaraan dinas baru bagi para kades. Kendaraan baru tersebut memang bukan keinginan sektoral, melainkan suatu kebutuhan di tingkat pemerintahan desa. “Tapi karena kebutuhan karena motor sebelum ini kurang layak,” tuturnya.

Budi mengungkapkan, perjalanan pengajuan inventaris kendaraan baru itu cukup memakan waktu lama. Karena pengadaan untuk mencukupi seluruh para kades, menyesuaikan kemampuan anggaran kabupaten. “Sudah dari 2019 harapan kades bisa pakai motor baru. Baru sekarang bisa dianggarkan,” ucapnya. (cr2/eno)

Lainnya