Siswa SMA Muhammadiyah Gombong Ciptakan Spectre

Siswa SMA Muhammadiyah Gombong Ciptakan Spectre
MEMBANGGAKAN: Mobil tenaga surya karya para siswa kelas XI SMA Muhammadiyah Gombong yang memenfaatkan limpahan sinar matahari.

KEBUMEN, Radar Kebumen – Siswa SMA Muhammadiyah Gombong berhasil memadukan ilmu pengetahuan dan teknologi hingga mampu menciptakan mobil listrik tenaga surya. Dinamai Spectre, memanfaatkan berlimpahnya sinar matahari di Indonesia.

Meski tidak memiliki latar belakang jurusan otomotif, para siswa kelas XI ini mampu berkontribusi memberikan karya untuk memberikan jawaban atas tantangan pencemaran udara yang dihasilkan oleh gas buang kendaraan. Inovasi membanggakan di dunia pendidikan Kebumen ini mereka beri nama Spectre. “Indonesia sebagai negara agraris dengan limpahan sinar matahari harus dimanfaatkan untuk berinovasi di sektor transportasi,” kata Ketua Tim Spectre, Muhammad Tsaqif Taqiyuddin kemarin (27/1).

Selain alasan pencemaran udara, mobil tenaga surya tersebut didesain untuk menghadapi keterbatasan pasokan energi minyak bumi yang kian menipis. Bagi Tsaqif, bersama tim kerja Spectre ini nantinya tidak hanya sekedar menjadi moda transportasi saja, melainkan sekaligus sebagai ajang kampanye ramah lingkungan. “Eco green menjadi satu pilihan energi yang ramah lingkungan. Kami siap menyambut era 4.0,” ucapnya.

Secara kasat mata, Spectre terlihat simple. Hanya tersedia satu kursi pada ruang kemudi. Cara kerjanya juga cukup sederhana. Sebagian besar daya digunakan untuk menggerakkan mesin dinamo DC. Selebihnya akan diubah melalui inverter untuk menjadi arus AC guna menyalakan fitur komponen elektronik seperti laptop dan berbagai indikator. Total baterai yang digunakakn berjumlah lima unit. Dari jumlah itu emapt unit diantaranya sebagai penggerak mesin. Sedangkan sisanya dan untuk menyalakan komponen elektronik. “Misal matahari terik setiap unit baterai bisa terisi penuh 5-6 jam melalui panel solar cell,” ucapnya.

Yang membanggakan, Spectre adalah satu-satunya prototipe karya siswa SMA di Indonesia yang lolos ke babak final kompetisi Energi Baru Terbarukan (EBT) Pertamina Foundation Sains. Torehan tersebut berhasil diraih setelah melalui berbagai tahap uji coba.

Tsaqif menambahkan, timnya perlu melakukan modifikasi dari purwarupa dari segi desain dan performa sehingga dinilai layak untuk mengaspal. Perubahan desain secara total pada rangka dan body mobil juga tengah dilakukan untuk meningkatkan aspek aerodinamika dan estetika. “Kami melakukan pengembangan dari Spectre 001 ke Spectre 003. Kecepatan maksimum 60 kilometer per jam dengan jarak tempuh maksimum 100 km per jam,” bebernya.

Sementara, Kepala SMA Muhammadiyah Gombong Fahrudin Mubarok menyampaikan, hadirnya Spectre merupakan prestasi dan menjadi sejarah baru di lingkungan sekolah. Hasil karya tersebut menjadi sarana untuk melatih kompetensi siswa dalam berbagai khasanah keilmuan khususnya sains terapan. “Kami ingin anak-anak SMA tidak hanya pandai di dalam kelas, tapi juga dalam hal implementasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, kemampuan mendesain dan membuat mobil listrik tenaga surya akan memudahkan siswa untuk lebih memahami prinsip ilmu fisika, matematika, hingga kimia dalam kehidupan nyata. “Banyak siswa bisa menggambar dan menghitung berbagai komponen rangkaian elektronik di atas kertas tapi tidak bisa berbuat banyak ketika dihadapkan dengan rangkaian sesungguhnya,” paparnya. (cr2/pra/er)

Lainnya