Iseng, Remaja Keroyok Driver Ojol

Iseng, Remaja Keroyok Driver Ojol
MENDUNDUK: Dua dari tiga remaja berhasil diamankan usai mengeroyok driver ojol pada Minggu (23/1) lalu.

MAGELANG, Radar Kebumen – Nasib malang menimpa seorang driver ojek online (ojol) yang menjadi korban pengeroyokan di Jalan Raya Bandongan – Kaliangkrik, Kota Magelang pada Minggu (23/1) dini hari. Pengeroyokan tersebut dilakukan oleh para remaja yang tengah nongkrong. Namun, baru ada tiga remaja yang berhasil diamankan. Ketiganya berinisial AI, 19, AS, 18, dan RR, 16.

Kepala Bagian Operasional Polres Magelang Kota Kompol Sri Wigiyanti mengatakan, saat itu driver tersebut hendak pulang ke rumahnya usai mengantar penumpang di Bandongan. Namun, saat korban melintas di Jalan Raya Bandongan-Kaliangkrik, Desa Tonoboyo, Kecamatan Bandongan, tiba-tiba diia dilempar kerikil oleh segerombolan remaja yang berada di pinggir jalan.

Kemudian, korban berputar arah menghampiri gerombolan tersebut dan bertanya baik-baik.

Nahas. Bukan jawaban yang didapat, melainkan serangan bersama-sama. Setidaknya, dari 15 remaja, ada lima atau enam remaja yang ikut mengeroyok driver tersebut dengan tangan kosong. Namun, para pelaku juga melemparinya dengan kaleng bekas cat dan memukulnya dengan sebilah papan kayu. Barang-barang tersebut didapatkan pelaku dari sekitar lokasi.

Ketika korban hendak pergi menyelamatkan diri, salah satu pelaku mencabut kunci motornya dan melemparnya. Selain itu, korban sekilas melihat ada satu pelaku yang membawa senjata tajam. Karena takut, korban lantas berlari dan meninggalkan sepeda motornya.

Kemudian korban menghubungi saudara dan rekannya untuk mencari sepeda motor yang ditinggal. Kompol Yanti menuturkan, dari para pelaku yang terlibat pengeroyokan, baru tiga orang yang berhasil diamankan oleh petugas pada Minggu (23/1) siang di Meteseh saat mereka hendak pulang ke rumahnya masing-masing.”Kami mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika berada di jalan yang sepi,” tandasnya.

Saat diklarifikasi, Deni Susanto, driver ojol yang menjadi korban menghampiri segerombolan remaja tersebut saat dirinya dilempar kerikil. “Saat saya tanya, mereka malah mengepung dan memukul saya,” adunya.

Deni mengaku ketakutan saat para remaja tersebut memukulinya dengan kayu dan kaleng. Saat berusaha meninggalkan lokasi pun, kunci motornya diambil dan dilempar ke teman-temannya. “Saya akhirnya lari dan bersembunyi. Setelah merasa aman, saya menghubungi saudara saya untuk mengambil motor. Ternyata, mereka sudah tidak ada di lokasi,” tuturnya.

Salah satu tersangka, AS mengaku baru pertama kali terlibat pengeroyokan. Dia pun tidak tahu pasti alasannya ikut memukul dan melempari driver ojol tersebut. Hanya sekadar ikut-ikutan.

Saat itu, AS bersama teman-temannya tengah dalam kondisi mabuk usai menenggak minuman keras. Dalang dari pengeroyokan pun hingga kini belum tertangkap. “Dalangnya teman saya, tapi belum tertangkap,” katanya.

AS dan AI menyesali perbuatan tak berdasar tersebut. Terlebih masih dalam pengaruh miras. Sehingga ketika diajak mengeroyok orang, mereka mau.

Terkait para pelaku yang belum tertangkap, unit Sat Reskrim Polres Magelang Kota akan tetap melakukan penyelidikan guna memberikan efek jera kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran di jalan.

Kedua tersangka ini dijerat Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman kurungan penjara paling lama lima tahun enam bulan. Sedangkan satu tersangka lain masih menjalani proses penyidikan karena usianya di bawah umur. (cr1/pra/er)

Lainnya