Polres Kebumen Selidiki Dugaan Pungli

Polres Kebumen Selidiki Dugaan Pungli
Kompol Edi Wibowo

KEBUMEN, Radar Kebumen – Aparat kepolisian tidak tinggal diam mendengar maraknya kabar aktivitas dugaan pungutan liar terhadap pedagang kecil di Pasar Tumenggungan. Dalam hal ini Polres Kebumen tengah melakukan penyelidikan sebagai upaya penegakan hukum.

Wakapolres Kebumen Kompol Edi Wibowo menyampaikan, pungli merupakan tindakan melanggar hukum dan tidak dibenarkan secara undang-undang. Untuk itu pihaknya akan bekerjasama dengan instansi terkait untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. “Sudah kami lakukan penyelidikan. Kalau ditemukan pelaku akan kami lakukan penegakan hukum,” jelasnya, kemarin (27/1).

Ketua satuan tugas sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) Kebumen ini menambahkan, hingga kini masih mendalami atas informasi yang diterima adanya pungli. Apakah memenuhi unsur pidana atau tidak. Prinsipnya, dari kepolisian akan melakukan tindakan tegas jika mengarah pada dugaan pungli. Baik itu dilakukan oleh perseorangan maupun kelompok. “Kalau ada temuan pungli tentunya akan dilakukan proses hukum. Jelas kami akan melakukan pemberantasan,” tambahnya.

Lebih lanjut, bersih-bersih pungli ini tidak hanya di komplek Pasar Tumenggungan. Tapi juga dilakukan di ruang-ruang pelayanan publik yang bersinggungan langsung dengan masyarakat. Sejauh ini, pihaknya juga telah melakukan upaya preemtif, preventif dan represif sebagai bagian untuk memperkecil ruang terjadinya tindak pidana seperti pungli hingga pemalakan. “Kami juga melakukan operasi yustisi termasuk OTT bekerjasama dengan Inspektorat sehingga tidak terjadi pungli di bidang apapun,” sambungnya.

Sekadar informasi, dugaan praktik pungli pertama kali terendus oleh Bupati Kebumen Arif Sugiyanto. Parahnya lagi kegiatan pungutan yang tidak diatur dalam regulasi ini menyasar pedagang kecil Pasar Pagi Tumenggungan. Para pedagang mengaku ditarik pungutan hingga jutaan rupiah.

Buntut dari persoalan tersebut, Bupati Kebumen memindah Kepala UPT Pasar Tumenggungan ke wilayah perbatasan Kebumen. Sikap tegas ini diambil bupati lantaran kepala UPT selaku pemangku wilayah dinilai menutup mata dengan kegiatan pungli. (cr2/pra/er)

Lainnya