Pelajar Jogja Ribut di  Kota Purworejo

Pelajar Jogja Ribut di  Kota Purworejo
DIDAMAIKAN: Keributan antarpelajar Purworejo dan Kulonprogo (Jogjakarta) di SPBU Suronegaran dan Pos Polisi Baledono diselesaikan di Mapolsek Kota Purworejo, kemarin. (ISTIMEWA)

RADAR PURWOREJO – Fenomena klitih yang suka mencari musuh di jalanan dan kerap membuat keonaran tidak hanya meresahkan publik di Jogjakarta. Momok klithih itu juga terasa sampai Purworejo. Warga secara cepat menyimpulkan aksi klithih mulai merambah Purworejo, tepatnya ketika serombongan remaja bermotor dengan pelat AB terlibat keributan dengan pelajar di Kota Purworejo, Sabtu (29/1) malam.

Salah satu saksi mata, Iwan mengatakan,  kaget begitu melihat rombongan remaja bermotor yang katanya pulang dari Dieng Wonosobo ribut di Perempatan Pos Polisi Baledono. Informasi yang ia dengar, rombongan pelajar itu dengan sengaja menabrak kendaraan yang ada di depannya. Takut karena rombongan pelat AB banyak, korban lari dan tertangkap di dekat Posis (Pos Polisi Baledono,Red) kemudian dipukuli. “Saya mencoba melerai,” ucapnya.

Menurutnya, ketika diamankan warga, para remaja dari Jogja itu sempat mengaku sebagai warga Purworejo. Ketika diselidiki, rombongan tersebut ternyata berasal dari Jogja.  Hal itu dikuatkan dengan bukti pelat nomor kendaraan AB (Jogjakarta). Berdasarkan  keterangan versi pelajar Purworejo, sebelum kejadian mereka nongkrong di warung kopi usai menyaksikan pertandingan sepak bola. Tiba-tiba didatangi rombongan remaja tersebut. “Dua siswa yang ketakutan kemudian lari ke Pom Bensin Suronegaran, satu pelajar berhasil ditangkap dan dipukuli. Setelah itu dibawa ke Posis Baledono. Di sana masih dipukuli kemudian diselamatkan warga, rombongan jumlahnya ada sepuluh lebih,” ujarnya.

Kasi Humas Polres Purworejo Iptu Madrim Suryantoro menjelaskan, kronologis kejadian bermula ketika sejumlah siswa dari SMKPN Purworejo pulang dari menyaksikan pertandingan sepak bola. Sekitar pukul 16.30, mereka bertemu dengan rombongan remaja dari Jogja pulang dari objek wisata Dieng Kabupaten Wonosobo. Bentrok terjadi sekitar pukul 17.15, lokasinya di dekat SPBU Suronegaran Purworejo.

Keributan kemudian berlanjut di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di Perempatan Depan Pos Polisi Baledono (Perempatan Posis). Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun dari sejumlah saksi dan pelaku yang terlibat, salah satu pelajar dari Purworejo mengejar salah satu rombongan dari Kulonprogo Jogjakarta yang melintas pulang dari Dieng. Merasa dikejar kemudian memberitahukan teman-teman lainnya yang sudah ada di depan.

“Karena dikejar dan dipepet siswa SMK PN Purworejo, salah satu siswa dari Kulonprogo menabrak mobil pick-up yang didepannya. Melihat temannya dipepet hingga menabrak mobil Pick Up, rombongan dari Jogja tidak terima, akhirnya mencari pelaku dan balik mengejar siswa-siswa SMK PN Purworejo yang dua di antaranya masuk ke SPBU Suronegaran,” jelasnya, kemarin (30/1).

Satu pelajar dari Purworejo ketemu kemudian dibawa ke Perempatan pos Tugu Purworejo Jalan A. Yani Purworejo oleh rombongan dari Kulonprogo. Melihat ada keributan, sontak mengundang perhatian warga yang kemudian datang mendekat ke Pos Polisi Baledono. Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, penanganan digeser dan diserahkan ke Polsek Purworejo.

Ditegaskan,  kejadian ini murni salah paham antara pelajar dari Purworejo dan dari Kulonprogo. Pihak kepolisian memastikan bahwa kejadian itu bukan aksi klitih seperti informasi yang meluas di media sosial dan masyarakat. Mereka yang terlibat keributan masih anak-anak dan sebagian masih di bawah umur, mediasi pun dinilai menjadi langkah paling efektif untuk mendamaikan kedua belah pihak. “Petugas Polsek Purworejo sudah berhasil mendamaikan keduanya, mereka saling menyadari dan mengaku khilaf kemudan memaafkan. Semua juga berkeinginan kasus ini selesai dengan kekeluargaan, dan tidak berlanjut secara hukum,” tegasnya. (tom/din)

Lainnya