Penataan Parkir Pasar Purworejo Semerawut

Penataan Parkir Pasar Purworejo Semerawut
MASIH BAYAR: Areal parkir Pasar Purworejo di Brengkelan yang seharusnya masih gratis menunggu terbitnya peraturan bupati. (HENDRI UTOMO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Peraturan Bupati (Perbup) tentang Penataan dan Penarikan Parkir di Pasar Purworejo Brengkelan tidak kunjung terbit. Juru parkir resmi dari dinas juga belum ada. Sebaliknya  penarikan retribusi sudah dilakukan oleh sejumlah oknum dengan penataan kendaraan parkir semrawut (tidak rapi). Kondisi itu pun mulai dikeluhkan para pedagang, karena akan berdampak dengan turunnya minat pengunjung pasar.

“Dinas terkait sudah menegaskan bahwa parkir di Pasar Purworejo sementara digratiskan hingga Perbup (Regulasi) retribusi parkir Pasar Purworejo terbit. Hal itu juga ditegaskan dengan tulisan parkir gratis di depan Pasar Purworejo,” ucap salah satu pedagang di Pasar Purworejo, Ahmad Badri, 51, kemarin (1/2).

Dijelaskan, penarikan retribusi parkir oleh sejumlah oknum itu dinilai menurunkan minat pembeli untuk datang ke Pasar Purworejo. “Kalau pengunjungnya memang sudah ramai. Tapi kami berharap, parkir ditata yang baik, agar pembeli tidak bingung,” jelasnya.

Pedagang lain, Sangadah, 47, mengungkapkan hal senada. Setiap hari ia diantar anaknya untuk berjualan di Pasar Purworejo. Ketika datang ada orang yang memarkir kendaraan. Karena tidak enak saja kemudian dia membayar Rp 2.000. Saat pulang juga harus bayar parkir sebesar Rp 2.000. Setiap hari dia harus menyiapkan uang Rp 4.000. Sementara kondisi pasar sekarang masih belum stabil. “Kalau sebulan total ya Rp 120.000 untuk parkir saja,” ungkapnya.

Menurutnya, dulu saat berjualan di Pasar Suronegaran, parkir antara pedagang dan pembeli dibedakan. Pedagang bisa datang dan pergi lebih dari sekali. Namun parkirnya ditarik hanya sekali. Sebab juru parkir paham membedakan pembeli dan pedagang. “Di sini petugas parkirnya tidak kenal,” ujarnya.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP) Kabupaten Purworejo, Gatot Suprapto menyatakan, untuk penataan dan pengelolaan parkir memang masih menunggu perbup yang sedang diajukan ke Provinsi Jawa Tengah. “Nanti setelah ada peraturan, baru ditindaklanjuti. Kami terus mendorong Perbup segera terbit,” ucapnya.

Ditegaskan, terkait oknum juru parkir yang sudah menarik retribusi di Pasar Purworejo, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Kepala Pasar Purworejo untuk dilakukan penertiban.. “Saya berharap, teman-teman di pasar menaati peraturan yang telah ditentukan,” tegasnya.

Sekretaris Dinas Perhubungan Purworejo, Anas Naryadi menambahkan, sampai saat ini parkir di Pasar Purworejo Brengkelan masih gratis menunggu perbup. Ia mengaku tidak tahu terkait keberadaan juru parkir saat ini. Ia bahkan mengaku belum mendapatkan laporan. “Pastinya sementara ini parkir belum ada penarikan, belum ada petugas parkir resmi juga yang ditugaskan di sana,” katanya.

Menurutnya, rencana pengelolaan dan penataan parkir di Pasar Purworejo ke depan akan dipusatkan di dua titik. Satu di pinggir jalan (depan pasar) masuk pasar khusus. Sementara parkir dalam pasar masuk lewat pintu selatan penarikan retribusi di depan kendaraan masuk parkir di dalam. “Di dalam ada petugas yang mengatur, kendaraan yang di dalam akan keluar lewat pintu utara,” ujarnya. (tom/din)

Lainnya