Sebelas Warga Kelurahan Doplang Positif DBD

Sebelas Warga Kelurahan Doplang Positif DBD
USIR NYAMUK: Lingkungan di Kelurahan Doplang, Kecamatan/Kabupaten Purworejo difogging setelah 11 warga dinyatakan positif DBD, kemarin. (Jihan aron vahera/radar purworejo)

RADAR PURWOREJO – Sebanyak 11 orang warga Kelurahan Doplang, Kecamatan/Kabupaten Purworejo positif terjangkit penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).Kepala Desa Doplang Puguh Dono Pratopo mengingatkan warganya agar selalu waspada dengan adanya belasan warga yang terserang DBD ini. Kasus awal ada 6 orang (sebelum dilakukan fogging) dan setelah pengasapan masih ada penambahan 5 kasus lagi. “Minggu (23/1) dan Senin (24/1) kami lapor ke dinas kesehatan, Selasa (25/1) dilakukan fogging di 4 RW di Kelurahan Doplang/ Pasca fogging masih ada penambahan 5 kasus lagi, sehingga total sudah ada 11 orang yang terserang,” ucapnya, kemarin (1/2).

Menurutnya, proses pengasapan (fogging) telah dilakukan. Upaya ini dinilai tidak cukup. Masyarakat kini diminta untuk menggalakkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) sebagai langkah pencegahan paling efektif. Dijelaskan, Minggu (30/1) warga juga sudah dikerahkan dengan melakukan  gotong royong bersih-bersih lingkungan. “PSN sejauh ini memang paling efektif sebagai langkah pencegahan, sebab dengan fogging jentik nyamuk yang masih ada di kubangan belum tentu mati, dengan PSN dipastikan semua genangan air dibersihkan,” jelasnya.

Ditambahkan, selain PSN, setiap rumah diminta memposisikan satu anggota keluarga sebagai juru pemantau jentik (Jumantik) yang memiliki tugas memantau jentik nyamuk di sekitar rumah. “Vektor DBD adalah nyamuk, dan jentik nyamuk tidak hanya di pekarangan, tetapi juga bisa di dalam rumah yang ada genangannya, vas bunga yang ada airnya, kaleng atau botol yang berisi air dan memungkinkan untuk berkembang biak nyamuk harus dibersihkan,” katanya.

Menurutnya, berdasarkan pengalaman, Kelurahan Doplang tergolong cepat dalam menangani DBD. Semua elemen masyarakat bisa kompak menyikapi kasus yang muncul, mulai dari lurah, bidan desa, Puskesmas, camat, dinkes, dan masyarakat selalu berkomunikasi. “Koordinasinya lumayan cepat, harapannya tidak muncul kasus baru, PSN itu kunci,” ujarnya.

Kabid Pelayanan Kesehatan dan Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, Dr Budi Susanti MSc menjelasakan, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Maka PSN paling efektif. Masyarakat diimbau rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk, bisa dengan gerakan 1 rumah 1 Jumantik (G1R1J). “Setiap hari, satu anggota keluarga harus memeriksa rumah dan sekitarnya, jika ditemukan jentik segara  bersihkan,” ucapnya. (tom/din)

Lainnya