Rumah Korban Longsor Dibangun dengan Metode Ruspin

Rumah Korban Longsor Dibangun dengan Metode Ruspin
DIPERBAIKI: Kondisi rumah relokasi korban longsor di Desa Kalijering, Padureso. Sejumlah rumah dibangun menggunakan metode rumah sistem panel instan (Ruspin).

KEBUMEN, Radar Kebumen – Pascatertimpa longsor pada awal tahun lalu, rumah sejumlah warga di Desa Kalijering, Padureso telah direlokasi. Metode pengerjaan bangunan dilakukan dengan cara rumah sistem panel instan (Ruspin).

Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kebumen Totok Ari Setyanto mengatakan, inovasi teknologi adalah metode bangunan rangka rumah pracetak dengan sistem panel menggunakan sambungan baut. Ruspin dipilih untuk penanganan pasca terjadi bencana. Termasuk diterapkan kepada sejumlah rumah korban longsor Kalijering. “Sudah diaplikasikan di Desa Kalijering dalam rangka relokasi rumah terdampak bencana tanah longsor,” jelasnya, Minggu (6/2).

Saat ini, jelas Totok, dalam upaya pemenuhan kebutuhan relokasi sudah berdiri 11 unit rumah menggunakan metode Ruspin. Masih ada 5 rumah lain yang masih dalam proses pembangunan. “Berdasarkan hasil pengujian simulasi numerik menunjukkan bahwa desain struktur Ruspin dua lantai dapat digunakan di Denpasar yang termasuk wilayah gempa,” terangnya.

Lebih lanjut, Ruspin juga bisa dipakai penanganan perumahan pengungsi atau rumah darurat. Keunggulan ini dinilai cocok bagi wilayah yang memiliki potensi rawan gempa. Sehingga teknologi Ruspin salah satu struktur bangunan yang direkomendasi oleh BNPB untuk menjawab persoalan potensi bencana. “Bukan tanpa alasan tapi memang sudah dikembangkan Kementerian PUPR dan jadi rekomendasi BNPB langsung,” ucapnya.

Selain pengerjaan terbilang singkat, biaya pembangunan menggunakan metode Ruspin dianggap relatif lebih murah tanpa mengurangi persyaratan kualitas teknis sebuah rumah. Menurut Totok, Ruspin juga merupakan salah satu solusi pemenuhan kebutuhan rumah di wilayah dataran tinggi. “Rumah knock down dengan proses pembangunan struktur menggabungkan panel beton pracetak dengan baut,” ucapnya.

Totok menambahkan, dilihat dari struktur bangunan panel struktur memiliki bentuk sederhana, baik dari ukuran maupun bahan bangunan. Panel struktur untuk Ruspin hanya terdiri dua jenis. Secara estetika juga dianggap tidak mengurangi nilai sisi interior maupun eksterior. “Tampilan luar baut dan pelat sambungan diminimalisir. Jumlah penggunaan panel kolom pada pertemuan ruang berkurang dan menghasilkan ruang yang lebih luas,” tuturnya. (fid/pra/er)

Lainnya