Anggota Polres Dilatih MS Office

Anggota Polres Dilatih MS Office
AKBP Piter Yanottama

KEBUMEN, Radar Kebumen – Sebanyak 48 anggota Polres Kebumen diajari kecakapan di bidang informasi teknologi (IT). Di antaranya operasional microsoft (MS) office, desain grafis corel, editing videografi, sekaligus pengelolaan media sosial untuk media pengembangan organisasi.

Mereka dilatih untuk menguasai berbagai materi dasar komputerisasi guna mendukung kinerja kepolisian. Kegiatan tersebut digelar atas hasil kerjasama antara Polres Kebumen dengan Pemkab Kebumen. Program pelatihan ini merupakan penjabaran dari instruksi Kapolri agar bisa menambah kemampuan di bidang IT melalui MoU dengan pihak luar. MoU ini menjadi yang pertama di tingkat Polda Jateng.

“Anggota kami memang perlu dituntut belajar ilmu komputer dan digitalisasi. Ini merupakan kompetensi teknis yang diinstruksikan,” ujar Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama, Senin (7/2).

Pelatihan berlangsung mulai 7-24 Februari 2022 di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kebumen. Dari jumlah peserta yang mengikuti terbagi menjadi dua regu, pertama mulai jam 09.30 sampai 10.30, dan 13.00 sampai 14.00. “Karena bagaimanapun kinerja kepolisian tidak akan maju kalau kemampuan IT SDM-nya lemah. Sehingga ini harus terus kita perkuat,” terangnya.

Mereka, kata Kapolres, akan menjalani pelatihan program software dasar. Seperti penggunaan “Polres Kebumen sangat perlu atau membutuhkan para anggota yang ahli di bidang komputer atau IT. Semoga hasilnya maksimal,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengapresiasi adanya kerjasama ini. Menurutnya, anggota kepolisian memang harus punya skil yang lebih. Terutama dalam persoalan IT. “Saya mendukung dan mengapresiasi. Para anggota memang harus dilatih agar punya skill,” ujarnya.

Terlebih, lanjut bupati yang dulunya juga anggota polisi ini, di era digitalisasi semua semua instansi atau organisasi dituntut bisa beradaptasi. Sehingga modal kecakapan para personel polisi mampu menjawab persoalan sesuai perkembangan zaman. Aspek inilah yang diharapkan tidak hanya dikembangkan oleh instansi kepolisian tapi juga di semua lini. “Kreatifitas dan inovasi itu penting, dan ini erat kaitannya dengan seberapa jauh SDM kita mampu dan paham terhadap digitalisasi,” jelasnya. (fid/pra/er)

Lainnya