Kasus Melonjak, Rerata dari Tracing

Kasus Melonjak, Rerata dari Tracing
JALANI TES: Petugas kesehatan saat melakukan tes swab PCR pada para ASN. (Naila Nihayah/Radar Purworejo)

MAGELANG – Kasus Covid-19 terus mengalami kenaikan di beberapa daerah, terutama di Kota Magelang. Total ada 28 pasien per Minggu (6/2) yang menjalani perawatan di isolasi terpadu (isoter) Hotel borobudur Indah, Kota Magelang. Sebagian besar, mereka berasal dari tracing kontak erat pasien yang positif Covid-19.

Sektretaris Dinas Kesehatan Kota Magelang Nasrudin menyebutkan, sebagian besar pasien yang dirawat berasal dari kontak erat orang yang positif. “Iya, sebagian besar dari kontak erat klien yang sudah positif Covid-19,” ujarnya, Senin (7/2).

Dia menambahkan, mereka yang menjalani isoter rata-rata tercatat sudah vaksinasi dosis pertama dan kedua. Menurutnya, rata-rata pasien tersebut tidak merasakan gejala yang signifikan. Gejalanya cenderung ringan dan tidak ada keluhan tertentu. Namun, dari tes rapid antigen menunjukkan hasil positif.
Meskipun tanpa gejala, Nasrudin mengimbau sebaiknya dirawat di isoter agar tidak melakukan kontak lagi dengan keluarga maupun orang di sekitarnya. “Baiknya tetap isolasi agar tidak terjadi kontak atau penularan yang lebih banyak lagi,” sambungnya.

Dari total 37 kapasitas kamar di Hotel Borobudur, ada 17 kamar yang terpakai dan 20 lainnya kosong. Nasrudin mengatakan, belum ada rencana untuk membuka isoter lain. Kendati demikian, dia akan memaksimalkan kamar yang telah tersedia di hotel tersebut. Lantaran jumlah yang dirawat belum mencapai 50 persen dari total kapasitasnya.

Nasrudin menuturkan, ada tiga orang yang positif Covid-19, 25 lainnya masih suspek, dan belum terdeteksi Omicron. Rata-rata varian Delta. “Deteksinya masih belum jelas Omicron atau tidak,” katanya.

Para pasien yang dirawat pun kebanyakan dari Kota Magelang. Ada satu pasien yang dari luar kota, namun pihaknya masih belum mengetahui riwayat perjalanannya. Selain itu, Nasrudin menyebutkan, range usia yang dirawat mulai dari dewasa hingga lansia.

Lansia dan orang yang mempunyai riwayat penyakit tertentu seperti diabetes maupun komorbit sangat rentan untuk terinveksi virus korona. Untuk itu, ia tetap mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati.

Sementara itu, Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz mengatakan jika kasus Covid-19 di kotanya semakin naik. Hal tersebut sudah dapat diprediksi untuk sebulan ke depan akan terus bertambah. Menurutnya, lonjakan kasus tersebut secara alami dan tidak dapat dihindari oleh siapapun. Terlebih, Magelang merupakan kota kecil.

Meski terus bertambah, Aziz menambahkan, satu-satunya jalan agar tidak menyebar dengan isoter. “Semoga tidak separah Juni tahun lalu. Tapi, alhamdulillah imunitas kita semakin baik, jadi aman,” tandanya. Aziz menuturkan, langkah bijak yang dapat diambil dengan senantiasa menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Pun dengan imunitas dan vaksinasi. “Yang belum vaksin, segera vaksinasi. Terutama bagi anak-anak dan lansia,” tegasnya. (aya/pra)

Lainnya