Tempatkan Personel Sebanyak-banyaknya

Tempatkan Personel Sebanyak-banyaknya
DIAMANKAN: Sejumlah orang yang dianggap menjadi provokator diamankan kepolisian dan dibawa untuk dimintai keterangan kemarin. (HENDRI UTOMO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Ratusan aparat kepolisian disiagakan pasca penangkapan puluhan warga yang dianggap sebagai “provokator” dalam kegiatan pengukuran lahan di Desa Wadas oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Purworejo. Aparat akan tempatkan  sampai batas waktu yang belum ditentukan. Pihak kepolisian ingin memastikan daerah ini benar-benar aman.

“Sebanyak mungkin (aparat) sesuai dengan tingkat ancaman dan potensi ancaman yang terjadi ke depannya. Personel dari Polda Jawa Tengah juga kami diterjunkan dan ditempatkan di Desa Wadas,” ucap Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol Abioso Seno Aji.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menambahkan, petugas melakukan pendampingan tim BPN setelah Kepala kanwil BPN Jateng beraudiensi dengan kapolda Jateng. Disampaikan bahwa proyek Pembangunan Bendungan Bener (PSN) sesuai Perpres No 109 tahun 2020 tentang Perubahan Ke 3 atas Perpres No 3 tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Proyek Strategis Nasional. “Atas dasar itu Polda Jateng dan stakeholders terkait diminta membantu,” ucapnya.

Ditambahkan, adapun dasar surat pendampingan personel, tertuang dalam Surat Kementerian PUPR No : UM 0401.AG.3.4./45 tanggal 3 Februari 2022 tentang Permohonan Pengamanan Pelaksanaan Pengukuran di Desa Wadas Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Selain itu juga surat dari Kementerian ATR/BPN Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah No : AT.02.02/344-33.06/II/2022 tanggal 4 Februari 2022 Perihal Permohonan Personel Pengamanan Pelaksanaan Inventarisasi dan Identifikasi di Desa Wadas.

Ditambahkan, terkait warga yang kontra terhadap penambangan quarry Wadas, Polri siap menampung aspirasi warga yang mendukung maupun yang menolak. Permasalahan sejumlah warga yang menolak proyek pembangunan Wadas sudah dimediasi oleh Forkopimda Jateng sejak 2018. Warga kontra pernah mengajukan gugatan ke PTUN Semarang, namun ditolak. “Meski berdasarkan data, mayoritas warga setempat sangat welcome terhadap proyek pembangunan Bendungan Bener. Namun semua aspirasi warga yang pro maupun kontra tetap kami tampung dan salurkan, pasti ada solusi,” ucapnya.

Camat Bener Agus Widiyanto mengungkapkan, kondisi warga Desa Wadas sejauh ini masih kondusif. Ada beberapa orang yang memang diamankan karena dianggap memrovokasi. Namun pada prinsipnya, pro dan kontra itu hal biasanya, sementara warga Wadas semuanya tetap harus diakomodasi. “Kalau yang diamankan melihat karakter sih orang Wadas tidak seperti itu. Warga Wadas yang menolak juga hanya terpancing, sehingga arah pikirannya seperti itu,” ungkapnya. (tom/din)

Lainnya