Bastian Datang Sendiri untuk Dialog tanpa Pengawalan

Bastian Datang Sendiri untuk Dialog tanpa Pengawalan
KETEMPATAN: Bupati Purworejo Agus Bastian saat mendampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi di Desa Wadas, Kecamatan Bener beberapa hari lalu. (HENDRI UTOMO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Bupati Purworejo Agus Bastian akhirnya angkat bicara terkait konflik warganya di Desa Wadas, Kecamatan Bener. Dia meminta warganya di sana bisa menahan diri. Yang terjadi di Wadas, disebutnya tak semencekam yang ada di media sosial. Dia pernah membuktikannya sendiri.

Bupati Purworejo Agus Bastian mengatakan, situasi di Desa Wadas, Kecamatan Bener kini sudah relatif kondusif pasca kedatangan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Pangdam IV Diponegoro, dan kapolda Jateng beberapa waktu lalu. Warga yang sempat ditahan juga sudah dibebaskan.Namun dia berharap semua pihak bisa menahan diri. “Sebab sesungguhnya kita sedang berhadapan dengan saudara kita sendiri, tetangga kita sendiri, sehingga sedapat mungkin permasalahan diselesaikan secara bijak tanpa kekerasan,” ucap Bastian, kemarin (11/2).

Bastian menampik banyaknya isu yang berkembang terkait konflik Wadas dan berkepanjangan akibat minimnya komunikasi atau pendekatan persuasif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo kepada masyarakat. Pemkab Purworejo mengklaim selama ini sudah melakukan komunikasi dengan warga setempat dengan berbagai macam cara. Termasuk melalui pendekatan kepada tokoh masyarakat. “Saya bahkan pernah datang langsung ke Desa Wadas tanpa pengawalan untuk berdialog dengan warga masyarakat,” ujarnya.

Disinggung apa upaya Pemkab Purworejo dalam mendukung percepatan pembangunan PSN Bendungan Bener, khususnya terkait quarry Desa Wadas. Bastian mengungkapkan, selama ini Pemkab Purworejo sudah melakukan sosialisasi dan komunikasi melalui berbagai macam cara.Pendekatan secara persuasif, melalui media sosial maupun media massa juga dilakukan. Selain itu juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menentukan langkah-langkah yang akan diambil.

“Pemkab Purworejo tentu akan terus mendukung suksesnya PSN ini, antara lain dengan meningkatkan komunikasi dengan warga masyarakat, serta melakukan koordinasi yang lebih intensif dengan berbagai pihak terkait,” katanya.

Namun perlu diingat, sambungnya, bahwa PSN ini merupakan program pemerintah pusat yang berlokasi di Kabupaten Purworejo. Tentunya keberhasilan pembangunan Bendungan Bener tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah.”Misalnya terkait pembayaran ganti untung. Itu hal yang sangat krusial namun bukan domainnya Pemkab Purworejo. Sehingga kami akan berusaha semaksimal mungkin meminta yang berwenang segera menyelesaikannya,” katanya. (din)

Lainnya