Minta Polisi Segera Pergi, Penlok Quarry Dicabut

Minta Polisi Segera Pergi, Penlok Quarry Dicabut
SOLIDARITAS: Para pengunjuk rasa saat melakukan aksi di depan Mapolres Purworejo sebagai bentuk solidaritas warga Desa Wadas, kemarin. (HENDRI UTOMO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Massa yang mengatasnamakan diri sebagai Solidaritas Wadas dari Jogjakarta dan Jawa Tengah menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Purworejo, kemarin (11/2). Mereka meminta kapolda Jawa Tengah segera menarik anggotanya dari Desa Wadas. Aksi berjalan cukup tertib, di bawah guyuran hujan mereka tetap menyalakkan orasi dan membagi selebaran kepada pengguna jalan yang melintas. Massa yang didominasi para aktivitas dan mahasiswa itu juga membentangkan spanduk bertuliskan solidaritas Wadas.

Mereka di antaranya dari HMI Fakultas Hukum UMY, HMI Cabang Sleman, SEMMI Yogyakarta, Seruni Jogjakarta, HMI Fisipol UMY, LBH Solo Raya, KPR, PEMBEBASAN Jogjakarta, UNY bergerak, HMI UPN, PW PIL Yogyakarta, AMP, SEKBER, IMM FAI UA, FNKSDA, FPR, FMN, GMNI UNS, Aliansi Mahasiswa UGM, BEM KM UGM, UST Bersuara, AGRA, dan HMI Cabang Jogjakarta.”Kami menuntut kepolisian segera menarik pasukannya,” ucap Fikri, salah satu peserta aksi.

Menurutnya, aparat yang berada di Desa Wadas menjadi intimidasi tersendiri bagi warga kontra penambangan. Ratusan polisi melakukan penangkapan telah membuat anak-anak di Desa Wadas ketakutan dan trauma. “Atas nama hak asasi manusia kami bersolidaritas untuk menolak segala bentuk intimidasi, kekerasan, dan tindakan represif aparat,” ujarnya.

Peserta aksi lainnya, Andek, mahasiswa UGM menambahkan, aksi kali ini juga untuk mendesak pemerintah penghentian penambangan batu andesit di Desa Wadas alias mencabut Izin Penetapan Lokasi (Penlok) Quarry Wadas. Mereka mengancam akan melakukan aksi dengan kekuatan lebih besar lagi jika tuntutan mereka tidak diindahkan. “Aksi kami memang kami pusatkan di Mapolres Purworejo, setelah dari sini kami akan ke Desa Wadas untuk berkonsolidasi dengan warga terdampak,” ucapnya.

Di sisi lain, puluhan warga yang setuju (pro) quarry Desa Wadas mendatangi Mapolsek Bener, kemarin (11/2). Kedatangan mereka untuk memberikan dukungan moral dan ucapan terima kasih terhadap aparat kemanan yang telah membantu proses pengukuran lahan di desanya.Warga yang didominasi kaum ibu-ibu itu datang sekitar pukul 10.30 dan disambut  Kapolsek Bener AKP Setyo Raharjo, Camat Bener Agus Widianto, dan Denramil Bener Kapten Inf Daliman.

“Kulo kaliyan warga ngaturaken matur nuwun dateng bapak polisi ingkang sampun ngamanaken pengukuran lahan (saya dan warga mengucapkan terimakasih kepada pak polisi yang telah mengamankan pengukuran lahan,Red),” ucap perwakilan warga, Wagiman, 65, warga Desa Wadas.

Dikatakan, warga berterima kasih atas pengamanan aparat kemanan dalam proses identifikasi dan inventarisasi lahan milik mereka di Desa Wadas. “Kami menyetujui quarry dan kami sudah lama menunggu uang ganti rugi segera dibayarkan,” katanya.

AKP Setyo Raharjo mengungkapkan, antusias warga memberikan dukungan moral kepada kepolisian maupun aparat kemanan lainya patut diapresiasi. Sebab tugas kepolisian hanya sebatas mengamankan kebijakan pemerintah yang telah merencanakan pembangunan Bendungan Bener untuk kepentingan masyarakat.

“Alhamdulillah kedatangan masyarakat yang mendukung quarry kali ini. Semoga semuanya berjalan lancar. Kami berjanji akan selalu mengayomi dan menciptakan rasa aman di masyarakat semampunya,” ungkapnya

Camat Bener Agus Widianto menambahkan, proses pengukuran lahan telah berjalan cukup baik. “Terakhir data yang masuk sudah 318 lahan dari total 348 lahan sudah selesai diukur, tentu keberhasilan ini berkat dukungan dan peran serta masyarakat semuanya hinga  bisa berjalan dengan baik dan aman,” ujarnya. (tom/din)

Lainnya