Kurangi Konflik Horizontal, TNI Cat Masjid, Polisi Bagi-Bagi Jajan

Kurangi Konflik Horizontal, TNI Cat Masjid, Polisi Bagi-Bagi Jajan
BAKTI SOSIAL: Anggota TNI Kodam IV Diponegoro dan Kodim 0708 Purworejo mengecat salah satu masjid di Desa Wadas, (kanan). Angota Polwan dari Polres Purworejo saat membagikan jajan kepada anak-anak di desa Wadas, kemarin. (HENDRI UTOMO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Anggota TNI dari Kodam IV Diponegoro dan Kodim 0708 Purworejo melakukan bakti sosial pengecatan masjid dan musala di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo, Sabtu (12/2). Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk merekatkan kembali relasi sosial warga pasca peristiwa pengerahan aparat besar-besaran dalam pengukuran lahan 8 Februari lalu.

Kepala Pembinaan Mental (Kabintal) Kodam IV/ Diponegoro Letkol Caj Tauhid mengatakan, diskusi atau dialog warga dengan tokoh agama serta tokoh masyarakat penting dilakukan untuk mengurai permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat. Dia berharap warga bisa kembali hidup rukun dan tidak terpecah belah. “Kami optimistis konflik ini bisa diatasi. Memang butuh waktu, karena tidak semudah membalikkan telapak tangan,” katanya.

Dijelaskan, warga Desa Wadas sebetulnya ramah dan religius. Pendekatan secara humanis akan mudah dilakukan dalam kondisi seperti itu. Pihaknya juga optimistis pelan-pelan akan bisa mengembalikan relasi sosial yang selama ini merenggang akibat konflik quarry. “Bakti sosial kali ini kami wujudkan dengan kegiatan pengecatan masjid dan musala. Kami juga membagikan Alquran di Masjid Nurul Huda untuk sarana ibadah,” jelasnya.

Dandim 0708/Purworejo Letkol Inf Lukman Hakim menambahkan, sejumlah masjid yang dilakukan pengecatan di antaranya Masjid Al Hidayah di Dusun Winong, serta empat musala yang tersebar di Desa Wadas. Pihaknya juga mencoba melaksanakan jambanisasi untuk pemenuhan kebutuhan hidup dasar warga Wadas. “Semoga giat kali ini bisa berdampak positif, menyatukan kembali warga masyarakat yang berseteru, kembali hidup bersama selayaknya,” imbuhnya.

Tokoh agama Desa Wadas Kiai Baharudin mengungkapkan, warga memang sempat takut untuk beraktivitas pasca peristiwa pengukuran lahan yang disertai dengan pengerahan aparat kepolisian yang cukup banyak berujung penangkapan. Sejak saat itu, banyak sekali perhatian yang datang dari berbagai pihak. “Kami menyambut niat baik TNI. Terima kasih Alqur’an yang diberikan semoga ini bermanfaat untuk para jamaah masjid dan musala di Desa Wadas,” ungkapnya.

Sementara itu, Polres Purworejo menggelar aksi serupa, Mereka menyalurkan bantuan kepada warga masyarakat Wadas mulai dari sembako dan peralatan ibadah. Sebuah wajah aparat yang cukup berbeda, tidak segahar waktu mengamankan warga penolak quarry di kompleks Masjid Nurul Huda pada 8 Februari lalu.

Kedatangan mereka mendapat sambutan positif dari warga, khususnya anak-anak di desa Wadas yang sebelumnya melihat sebuah adegan yang mungkin membuat mentalnya terguncang. Anggota yang diturunkan mayoritas Polisi Wanita (Polwan), lengkap dengan beraneka macam jajanan yang disukai anak-anak. “Kami menyerahkan bingkisan sembako kepada masyarakat di Desa Wadas tanpa terkecuali, baik warga yang pro maupun yang kontra, tidak kami dibedakan,” kata Wakapolres Purworejo Kompol Asep Supiyanto.

Kabag SDM Polres Purworejo Kompol LW Bramantyo menambahkan, kehidupan di Desa Wadas sudah mulai berangsur normal dan kondusif. Masyarakat sudah melakukan kegiatan sehari-hari, baik bertani, berdagang dan anak-anak juga sudah tidak takut saat pergi dan pulang sekolah. “Kami juga bergabung dengan TNI melakukan pengecatan masjid dan musala juga jembatan. Warga spontan juga banyak yang bergabung membantu, semua terlihat harmonis,” katanya. (tom/din)

Lainnya