Siapkan Misi Rekonsiliasi Warga Pro dan Kontra

Siapkan Misi Rekonsiliasi Warga Pro dan Kontra
DIALOG: Direktur Nasional Gusdurian Network Indonesia (GNI), Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid saat mendatangi warga Desa Wadas di Masjid Nurul Huda desa setempat, kemarin. (HENDRI UTOMO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Sejumlah warga dan anak-anak yang trauma dengan insiden 8 Februari 2022 mengundang Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid yang lebih akrab disapa Alissa Wahid datang langsung ke Desa Wadas, Kecamatan Bener, Sabtu (12/2). Bersama LBH Ansor Jaringan Gusdurian, misi rekonsiliasi warga pro dan kontra quarry dihembuskan.

Putri sulung mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid datang bersama rombongan dan langsung disambut lagu Yalal Wathon dan lagu perjuangan warga kontra quarry warga setempat. “Indonesia negeriku, Engkau panji martabatku, Siapa datang mengancammu Kan binasa dibawah durimu, Siapa datang mengancammu Kan binasa dibawah durimu,” begitu sebagian kutipan  lagu Yalal Wathon yang dinyanyikan warga secara kolosal.

Tidak berhenti dengan itu, selesai menyanyikan lagu khas warga NU, lagu perjuangan masyarakat penolak penambangan Quarry di Desa Wadas juga didengungkan. Terlihat ratusan warga dan solidaritas ikut semangat menyanyikan lagu perjuangan menolak tambang Andesit di Desa Wadas. “Bersama-sama kita jaga… Desa Wadas Tercinta, untuk kelangsungan hidup anak cucu kita bahkan akhir dunia. Siap,siap siap berjuang Wadas Melawan” begitu potongan lagu dilantunkan dan  sempat juga ditirukan oleh Alissa Wahid.

Direktur Nasional Gusdurian Network Indonesia (GNI) hadir mengenakan balutan kemeja batik, celana hitam dan jilbab hijau muda. Sejurus kemudian, Alissa Wahid memasuki serambi masjid Nurul Huda untuk berdialog dengan warga. Dalam kesempatan itu, Alissa Wahid menjelaskan tentang multikulturalisme, demokrasi serta hak asasi manusia (HAM) yang dipadukan dengan gerakan muslim moderat.

Sebetulnya, ia datang untuk mencari fakta-fakta serpihan konflik yang terjadi di Desa Wadas. Secara kebetulan bersamaan dengan agenda Komisioner Komnas Ham Beka Ulung Hapsara menggali keterangan dan mengumpulkan fakta peristiwa 8 Februari 2022 melalui dialog bersama warga pro dan kontra Quarry. “Kami mengupayakan untuk berdialog baik dengan warga yang setuju pertambangan dan juga warga yang menolak pertambangan,” ucapnya

Dijelaskan, berdasarkan fakta di lapangan, ia menemukan beberapa warga dan anak-anak yang trauma dengan konflik yang terjadi di Wadas. Maka dari itu, Alissa Wahid bersama LBH Ansor Jaringan Gusdurian akan membawa misi rekonsiliasi warga pro dan kontra penambangan. “Kami (Gusdurian) akan rapatkan, ada beberapa hal tadi sudah muncul misalnya relasi anak-anak sepertinya ada trauma sosial,” jelas putri Gus Dur yang berprofesi sebagai psikologi keluarga ini. (tom)

Lainnya