SD Negeri 1 Kutosari Optimalkan Tenaga Surya

SD Negeri 1 Kutosari Optimalkan Tenaga Surya
Panel solar charging point sebagai pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dipasang di SD Negeri Kutosari untuk mencukupi kebutuhan listrik sekolah. (M Hafied/Radar Kebumen)

KEBUMEN, Radar Kebumen –  Pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) mulai diminati di lingkungan sekolah. Seperti halnya di SD Negeri 1 Kutosari. Sekolah berstatus adiwiyata ini memilih konsep energi terbarukan sebagai alternatif mencukupi kebutuhan listrik.

Kepala SD Negeri 1 Kutosari, Sri Kurniasih menyampaikan, belum seluruhnya kebutuhan listrik sekolah terpenuhi dengan PTSL. Meski begitu, upaya ini merupakan langkah kecil dalam rangka menunjang aktivitas pendidikan. “Kami tengah mencoba membawa sekolah go green. Penghematan listrik melalui tenaga surya,” ucapnya, kemarin (15/2).

PTSL, lanjut Sri, memuat pesan edukasi ke peserta didik bahwa sinar matahari yang selama ini belum optimal dimanfaatkan ternyata bisa diubah menjadi energi listrik. “Anak-anak jadi tahu dan memahami, listrik itu tidak cuma dari generator atau batubara. Tapi sumber daya terik matahari juga bisa menghasilkan listrik,” tuturnya.

Lebih dari itu, pemasangan PLTS merupakan bentuk dukungan terhadap pemerintah terkait kampanye ramah lingkungan. Lingkungan sekolah, jelas dia, cukup memungkinkan dalam memfasilitasi pengenalan upaya transisi energi sejak dini. “Selepas lulus bisa saja membekas, bahwa kita harus beradaptasi dan mampu mengoptimalkan kekayaan yang ada. Salah satunya tenaga surya,” kata Sri.

Dijelaskan, selain menghemat tagihan pembayaran listrik, pemanfaatan energi tenaga surya tersebut sebagai modal SD Negeri 1 Kutosari untuk mengikuti lomba sekolah adiwiyata tingkat nasional. “Tidak hanya status tapi ini komitmen kami. Mudah-mudahan jadi nilai tersendiri. Tahun ini kami memang sedang mempersiapkan lomba,” terangnya.

Sri menambahkan, terdapat dua solar charging point yang dipasang di atap sekolah. Inovasi ini dimanfaatkan mengaliri listrik untuk penggunaan lampu dan running teks. Ke depan, pihaknya akan terus berupaya memberdayakan energi terbarukan untuk pemanfaatan di dunia pendidikan. “Solar cell karena sedikit baru bisa dirasakan manfaatnya untuk sebagian peralatan sekolah. Tidak menutup kemungkinan ada metode lain sebagai penunjang sekolah,” jelasnya. (fid/bah/er)

Lainnya