Rentan Terpapar Covid-19, Bumil Wajib Karantina

Rentan Terpapar Covid-19, Bumil Wajib Karantina
Sunaryo

MUNGKID, Radar Jogja – Selain lansia dan penderita komorbit, ibu hamil (bumil) juga rentan terpapar Covid-19. Oleh karena itu, mereka wajib menjalani masa karantina selama 14 hari sebelum hari perkiraan lahir (HPL).

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang Sunaryo menjelaskan, untuk mengantisipasi penularan Covid-19 terhadap ibu hamil dan bayi yang akan dilahirkan, dua minggu sebelum HPL akan dilakukan skrining. “Entah itu PCR maupun antigen,” ujarnya saat ditemui di kantornya kemarin (16/2).

Meski hasil skrining negatif Covid-19, Sunaryo menegaskan, mereka tetap akan menjalani karantina. Dinkes, juga telah bekerjasama dengan rumah sakit dan puskesmas yang menerima pasien Covid-19 atau persalinan penyulit. Sehingga akan mendapat algoritma. “Bidan desa akan turun untuk memantau para bumil. Begitu ada tanda-tanda melahirkan, datanya bisa diasesmen,” katanya.

Pemantauan selama dua minggu ini, dilakukan untuk mengantisipasi perkiraan lahir yang maju dari HPL. “Tesnya pun masih nunggu beberapa hari. Kalau itu terjadi, yang mau nolongin siapa,” sebutnya.

Jika sesuai data, bumil di Kabupaten Magelang yang akan melahirkan pada Februari dan Maret telah sebanyak 1.619 orang. Hanya saja, sebanyak 400 bumil mempunyai risiko tinggi (risti). “Mereka pun sudah melakukan vaksinasi dosis kedua,” tegasnya.

Dengan adanya pendataan dan skrining, Sunaryo berharap, angka kematian ibu dan bayi yang baru lahir bisa ditekan. Namun dia juga mengimbau, bumil tetap memperhatikan mobilitasnya. Sebisa mungkin, dikurangi untuk beraktivitas di luar ruangan. “Yang belanja bisa suami, anak, ataupun saudaranya,” katanya. (aya/eno/er)

Lainnya