Razia PMKS, 12 PGOT Diamankan

Razia PMKS, 12 PGOT Diamankan
RAZIA: Sejumlah pengemis dan manusia silver terjaring operasi di pinggir jalan.

MUNGKID, Radar Jogja – Satpol PP dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Magelang menggelar penertiban permasalahan kesejahteraan sosial (PMKS) kemarin (17/2). Menyasar para pengemis, gelandangan, dan orang telantar (PGOT), total ada 12 orang yang terjaring saat razia.
Penyuluh Sosial Dinsos Kabupaten Magelang Suroto mengatakan, 12 orang yang berhasil diamankan dalam penertiban berasal dari beberapa titik lokasi. Di antaranya pertigaan Blondo, trafficlight Palbapang, Mungkid, dan beberapa titik di wilayah Muntilan. Sebanyak lima orang sebagai manusia silver. Tujuh orang adalah pengemis, dengan dua di antaranya masih anak-anak. “Meraka berasal dari wilayah Magelang. Hanya satu orang yang berasal dari Wonosobo,” kata Suroto usai kegiatan penertiban kemarin (17/2).
Kegiatan tersebut, merupakan tindak lanjut dari Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Magelang Nomor 1 Tahun 2019 tentang penanganan PGOT. Dalam aturan tersebut, para PGOT harus menaati aturan untuk tidak menggelandang, terlebih di area trafficlight. “Kegiatan seperti itu membuat masyarakat menjadi terganggu,” ujarnya.
Dia menuturkan, PGOT yang terjaring kemudian didata dan dilakukan pembinaan. Termasuk juga dimintai keterangan terkait asal usul dan latar belakang mereka melakukan kegiatan tersebut. “Kami menyuruh mereka untuk membuat pernyataan agar tidak akan turun ke jalan lagi,” katanya.
Kemudian, mereka akan diarahkan untuk mengikuti program-program pelatihan yang ada dari dinas tenaga kerja. Pasalnya, kebanyakan dari mereka mengaku tidak mempunyai keahlian. Ada pula yang terpaksa mengemis lantaran faktor ekonomi. “Dan kegiatan penertiban akan terus dilakukan di wilayah kecamatan lainnya secara berkala,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Magelang Wisnu Harjanto berharap, ke depan kegiatan penertiban lebih fokus pada upaya menekan PGOT di Kabupaten Magelang. Selain itu, diharapkan ada upaya dari dinas-dinas terkait yang membidangi tentang kelanjutan para PGOT setelah diamankan. “Pembinaan untuk teman-teman yang kena razia ini perlu kesabaran. Juga perlu koordinasi, anggaran, dan penyamaan presepsi dari pemerintah,” tandasnya. (aya/eno)

Lainnya