Akui Ada Pungli, Bupati Beri Motor

Akui Ada Pungli, Bupati Beri Motor
DIKONFIRMASI: Bupati dan Wakil Bupati Kebumen dalam rapat koordinasi dan pembinaan pendamping PKH se-Kabupaten Kebumen di Pendopo Kabumian, Kamis (17/2). Dalam kesempatan itu, Bupati menanyakan adanya informasi pungli penyaluran bansos.

KEBUMEN, Radar Kebumen – Bupati Kebumen Arif Sugiyanto kembali mencium adanya praktik pungutan liar (pungli) di wilayahnya. Setelah membongkar praktik pungli di Pasar Tumenggungan, kini Arif menyoroti Program Keluarga Harapan (PKH). Dia menjanjikan motor untuk pendamping PKH yang mengakui ada pungli.

Hal itu disampaikan, saat menggelar rapat koordinasi dengan para Pendamping PKH se-Kabupaten Kebumen di Pendopo Kabumian, Kamis (17/2). Rakor tersebut membahas berbagai kendala yang dihadapi pendamping PKH di lapangan dalam mengawal bantuan sosial.

Di sela pembahasan, rakor tersebut mendadak sedikit tegang ketika Bupati menyampaikan laporan yang ia terima bahwa di Kecamatan Alian ada dugaan pungutan liar (pungli) di e-warong. Pungutan tersebut berkisar Rp 500 yang diambil keuntungannya dari tiap keluarga penerima manfaat (KPM). “Saya mendengar banyak laporan dalam penyaluran sembako itu ada yang tidak beres,” ujarnya.

Misalnya, bupati yang dulunya polisi ini mengambil contoh di dua kecamatan. “Di Kecamatan Petanahan informasinya untuk bisa jadi e-warong apakah benar dimintai uang Rp 10 juta. Itu yang minta siapa? Mengalirnya ke siapa saja?” tanya Arif.

Arif berkesempatan langsung menanyakan ke pendamping PKH Alian tentang adanya pungli di e-warong dari keuntungan beras perkilo sebesar Rp 500 oleh oknum tertentu yang selanjutnya diduga dibagikan ke Forkompincam Alian. “Kalau Forkompincam berarti di situ ada Camat, Kapolsek dan Danramil. Benarkah itu dibagikan ke Forkompimcam? Tolong dari Alian jawab,” tegas Arif.

Dari sekian banyak pendamping PKH di Alian tidak ada yang berani jawab. Tapi hanya ada satu orang yang berani memberikan jawaban ke Bupati. “Izin Pak Bupati terkait hal itu, tadi adanya potongan dari supplier yang katanya untuk Forkompimcam memang ada bapak,” ucap salah seorang pendamping PKH.

Di hadapan bupati, pendamping PKH yang tidak ingin disebut nama ini dengan lantang menyampaikan bahwa bentuk potongan bersumber dari bantuan sembako. Karena keberanian menjawab dan mengakui adanya pungli dalam bantuan sembako. Sebagai bentuk apresiasi, Bupati memberikannya hadiah motor kepada pendamping PKH dari Alian. “Ok terima kasih, Pak Sekda tolong dicatat, kasihkan motor baru untuk dia,” ucap Bupati yang diiringi tepuk tangan meriah.

Arif sendiri sudah menanyakan langsung ke pihak Forkompimcam Alian terkait adanya laporan tentang oknum yang mengaku meminta potongan sembako untuk diberikan Forkompimcam. “Setelah saya tanya mereka bilang tidak menerima. Jadi kemungkinan ada yang bawa nama untuk alasan diberikan ke forkompimcam,” jelasnya.

Arifkembali meminta kepada pendamping PKH agar tidak takut untuk melaporkan ke pemerintah daerah jika terjadi ketidakberesan dalam penyaluran bantuan sosial apapun bentuknya. Karena mereka sebagai pendamping dan pengawas punya tanggung jawab soal itu. “Jadi jangan takut, kalau ada kecurangan laporkan. Ini untuk Kebumen yang lebih baik, jangan kita mengambil yang bukan hak kita. Apalagi mengambil jatahnya orang miskin,” terangnya.

Bukan hanya pungli, Bupati juga mendengar bahwa bantuan sembako berupa beras, daging, telur dan buah yang diberikan masyarakat kualitasnya banyak yang jelek. Tidak sesuai dengan nilai uang yang diberikan. “Saya Bupati siap jadi panglimanya untuk memberantas soal itu. Jadi kalian jangan takut. Cukup laporkan saja. Soal bagaimana penanganannya itu wilayah kami di pemerintahan,” jelasnya. (fid/pra/er)

Lainnya