Kapolri: Akselerasi Vaksinasi dan Penegakan Prokes

Kapolri: Akselerasi Vaksinasi dan Penegakan Prokes
PANTAU: Kapolri beserta jajarannya saat meninjau vaksinasi di Museum Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB), Jumat (18/2).

MAGELANG, Radar Kebumen – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meninjau pelaksanaan kegiatan vaksinasi serentak dengan titik pusat di Museum Borobudur, Kompleks TWCB pada Jumat (18/2). Vaksinasi tersebut tersedia dosis satu hingga dosis tiga dengan jumlah sasaran 1.114.750 dosis.

Pihaknya memilih TWCB sebagai titik pusat vaksinasi lantaran wilayah tersebut merupakan destinasi wisata dengan interaksi yang tinggi. “Sehingga kita harus mendorong agar percepatan vaksinasi dilaksanakan dengan baik,” tuturnya usai memantau vaksinasi, Jumat (18/2).

Menurutnya, percepatan vaksinasi merupakan salah satu upaya untuk menghadapi varian Omicron yang saat ini terus meningkat. Berdasarkan data yang dihimpun, pada pekan lalu, Jawa Tengah mengalami peningkatan sebanyak dua ribu kasus setiap harinya. Sedangkan pada Kamis (17/2) tercatat sebanyak empat ribu kasus.

Hal tersebut menjadi perhatian khusus bagi pemerintah, terutama Presiden yang mengarahkan untuk segera dilakukan akselerasi vaksinasi. “Tentunya penegakan dan pendisiplinan protokol kesehatan (prokes),” ungkapnya.

Menurutnya, terjadinya transmisi penularan Covid-19 kerap diakibatkan lantaran ketidakdisiplinan masyarakat dalam menggunakan masker. Hal itu penting lantaran varian Omicron memiliki tingkat penularan yang lebih cepat. Meskipun tingkat fatalitas lebih rendah dibandingkan varian Delta.

Sementara itu, kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan serentak ini menyasar 1.114.750 dosis. Dengan rincian, 834 ribu untuk dosis pertama dan kedua, serta 280.750 dosis ketiga. Sedangkan pada Jumat (18/2), Jawa Tengah ditargetkan minimal mencapai 35 ribu dosis. “Kami harapkan bisa mencapai 38 ribu dengan vaksin jenis AstraZeneca,” ujar Kapolri.

Sigit menuturkan, akselerasi percepatan vaksinasi khusus bagi anak-anak dan kelompok lanjut usia (Lansia) yang renta. “Kami minta dibantu untuk disosialisasikan kepada masyarakat yang sudah vaksinasi dosis pertama, tapi dosis kedua belum, mohon segera datang ke gerai-gerai yang ada,” imbuhnya.

Sedangkan bagi masyarakat yang sudah mendapatkan vaksin dosis kedua, namun telah memasuki atau melewati enam bulan, untuk segera mendapatkan suntikan booster atau dosis ketiga. Sehingga, kata Sigit, masyarakat memiliki kesiapan untuk menghadapi Omicron.

Akselerasi vaksinasi dan oenegakan prokes dilakukan agar masyarakat memiliki imunitas yang baik. “Sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan dan perekonomian di setiap wilayah bisa tumbuh dengan baik,” tuturnya. (aya/pra)

Lainnya