Setop PTM, Kembali PJJ

RADAR PURWOREJO – Menindaklanjuti kasus Covid-19 yang semakin meningkat, Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang berencana untuk menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) di semua sekolah mulai pekan depan. Nantinya, para siswa akan beralih pada metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau secara daring.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang Papa Riyadi menyebut, PTM bakal disetop selama dua minggu terhitung mulai Senin (21/2) hingga Sabtu (6/2). Baik dari satuan taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), maupun sekolah menengah pertama (SMP).

Papa menambahkan, pertimbangan tersebut didasari adanya kasus Covid-19 di Kota Magelang yang semakin banyak. “Pada prinsipnya, sekarang pun boleh PTM, tapi untuk hati-hati dan upaya antisipatif, kami hentikan dulu,” ujarnya, Jumat (18/2).

Sebelumnya, PTM di 16 sekolah yang terpaksa dihentikan lantaran ditemukan kasus Covid-19 di sekolah tersebut. Dengan rincian, TK ada satu, SD ada delapan, dan tujuh SMP.

Kebanyakan dari 16 sekolah tersebut, yang terkonfirmasi Covid-19 adalah guru dan siswa. “Di sekolah kadang ada satu guru, kadang satu siswa terkonfirmasi. Berarti harus kami hentikan,” ujarnya.

Meskipun dalam SKB empat menteri, masih diperbolehkan PTM. Namun, karena yang terpapar sudah ada 16 sekolah, Pemkot Magelang melalui Disdikbud Kota Magelang mengambil sikap tegas untuk menghentikan PTM sementara guna mengantisipasi adanya klaster sekolah.

Papa menuturkan, semua sekolah di Kota Magelang tanpa terkecuali akan melaksanakan PJJ. PJJ tersebut akan berlangsung selama 14 hari. Dia menambahkan, para orang tua diperbolehkan untuk melarang anaknya melakukan PTM di sekolah. Pihaknya pun akan melayani siswa tersebut dengan PJJ. Papa pun menyebut, para guru dan siswa yang terkonfirmasi positif berasal dari klaster keluarga, bukan sekolah.

Papa berharap, dengan adanya penghentian tersebut, kondisi tiap sekolah akan kembali normal. “Kalau sembrono, terus kasusnya meledak, nanti kasihan anak-anak,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala SMP N 8 Kota Magelang Eti Harwati akan mendukung penuh kebijakan dari pemerintah untuk melangsungkan PJJ di semua sekolah. Mengingat, dia juga khawatir dengan kondisi siswanya lantaran kasus Covid-19 meningkat. “Saya tentu mendukung kebijakan Pemkot,” tegasnya.

Sama halnya dengan Eti, Kepala SD N 7 Kota Magelang Asniar juga mendukung kebijakan tersebut. Meskipun pada awal Februari lalu telah melaksanakan PTM 100 persen. Namun, pekan ini, sekolahnya kembali pada kebijakan PTM 50 persen lantaran PPKM di Kota Magelang kembali level 3.

Asniar menyebut, ada satu guru yang memang terpapar Covid-19. Namun, pembelajaran masih tetap berjalan. “Kemarin ada satu guru yang positif. Dari suaminya,” terangnya.

Padahal, para orang tua dan siswa antusias ketika sudah diizinkan PTM. Pasalnya, Asniar mengatakan, para orang tua banyak yang mengeluh lantaran anak-anaknya menjadi tidak terkontrol. “Banyak keluhan, berbeda dengan tatap muka,” ujarnya.

Kendati demikian, Asniar akan memberikan pengertian kepada para orang tua saat anak mulai PJJ. Serta akan terus memantau perkembangan pembelajaran di rumah. (aya/pra)

Lainnya