Berkas Ditinggal Semalam, Disemprot Disinfektan

Berkas Ditinggal Semalam, Disemprot Disinfektan
REPOT: Pelayanan di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Purworejo harus melalui mekanisme yang ketat dan syarat protokol kesehatan, kemarin. (Hendri utomo/radar purworejo)

RADAR PURWOREJO – Sebanyak 25 orang karyawan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Purworejo terpapar Covid-19. Pelayanan masyarakat tetap berjalan tetapi tidak seperti biasanya, mekanisme diganti, lebih ketat, syarat protokol kesehatan.

Diketahui, kondisi ini sudah terjadi tiga hari terakhir. Tapi pelayanan di kantor tetap dilayanai. Pomohon langsung tetap dilayani, mekanismenya pelayanan diganti, berkas cukup dikumpul di meja satpam, baru diserahkan ke bagian koreksi berkas. “Ditinggal semalam, disemprotkan desinfektan untuk sterilisasi juga,” ucap Kepala BPN Purworejo, Andri Kristanto saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, kemarin (23/2).

Dijelaskan, karyawan yang bekerja di BPN Purworejo total ada 110-an. Pertama sekitar 80 orang karyawan swab antigen, sebanyak 25 orang suspect terpapar Covid-19, mereka langsung diminta isolasi mandiri (isoman) selama 10 hari kedepan. Mereka tidak bergejala. Selain 80 karyawan itu, sekitar 21 orang karyawan memiliki kontak erat, dan sampai saat ini menunggu hasil swab PCR yang akan keluar tiga hari kedepan. Menurut dia, pelayanan terbatas  akan diterapkan tiga hari ke depan. Sambil menunggu perkembangan. “Setelah hasil PCR keluar akan ada kebijakan lagi, kalau PCR negatif berarti aman pelayanan kembali normal, tapi jika positif akan diatur ulang,” jelasnya.

Menurutnya, para pegawai yang terpapar Covid-19 tersebar di semua bagian, hal itu diakui membuat pekerjaan melambat, khususnya untuk pelayanan, harus antre. Sebagian yang terkena juga petugas ukur juga pengolah berkas data. “Kalau ada yang mengajukan permohonan, tapi petugas ukurnya positif, kan nggak bisa jalan jadi memang harus menunggu normal, tetap jalan tapi mungkin mundur,” ujarnya.

Ditegaskan, banyaknya pegawai terpapar Covid-19 tidak ada hubungannya dengan kegiatan pengukuran tanah di Desa Wadas, Kecamatan Bener beberapa waktu lalu. “Wadas kan (tanggal) 8-10 Februari sementara awal temuan Covid-19 pertama tanggal 18 Februari, tidak ada hubungannya, jaraknya waktunya jauh. Awalnya ada salah satu pegawai batuk setelah dicek positif, setelah itu tracing,” tegasnya. (tom/pra)

Lainnya