Calon Wisatawan Pilih Batalkan Reservasi Kamar

Calon Wisatawan Pilih Batalkan Reservasi Kamar
DIBATASI: Adanya pembatasan kunjungan di sejumlah pariwisata dan status PPKM, pengunjung membatalkan reservasi.

MAGELANG, Radar Jogja – Calon wisatawan di Kota Magelang memilih membatalkan reservasi hunian kamar hotel. Karena pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Magelang naik ke level 4. Serta adanya pembatasan pengunjung di objek wisata.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Magelang Edi Hamdani mengatakan, , status PPKM menjadi momok bagi para pengunjung. Mereka menganggap Kota Magelang tidak aman. Banyak dari mereka yang memilih untuk membatalkan reservasi melalui online. Tidak hanya perorangan, pembatalan resevasi juga dilakukan oleh grup. “Dengan beberapa bus,” ujarnya kemarin (28/2).

Edi yang juga sebagai pemilik Hotel Wisata Kota Magelang mengaku, tingkat hunian kamar hotel sudah mulai stabil saat masuk PPKM level 1. Dia menyebutkan, dari 34 kamar hotel miliknya kini hanya terisi sekitar 10 kamar. Untuk hotel lainnya, kebanyakan saat hari biasa bisa menerima 30 orang. Sedangkan saat hari libur, mencapai 40-50 orang. “Saat ini, terjadi penurunan tingkat hunian kamar hotel hampir separuh,” sesalnya.
Meski demikian, Edi menegaskan, hotel di Kota Magelang telah mengantongi sertifikat cleanliness, health, safety, and environment sustainability (CHSE). Dan dilengkapi dengan scan QR Code aplikasi PeduliLindungi. Sehingga pengunjung tidak perlu khawatir untuk menginap karena level yang ditetapkan di wilayah tersebut. “Mau level berapa pun, kami sebenarnya tidak masalah karena menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat,” bebernya.

Sementara itu, General Manager Atria Hotel Magelang Chandra Irawan menuturkan, tidak hanya pembatalan kamar yang diterimanya. Namun juga reservasi meeting turut dibatalkan. Pada periode Januari-Februari 2022, cancellation yang terjadi di hotelnya mencapai Rp 300 juta. “Tentu ini bukan jumlah yang sedikit,” paparnya.
Beruntung, di gelombang Omicron ini, masih ada bisnis yang masuk di Hotel Atria Magelang. Membuat bisnis lebih baik jika dibandingkan dengan gelombang Ovid-19 varian Delta. “Saya rasa, ini juga tak terlepas dari Covid-19 di Eropa yang statusnya sudah jadi endemi,” katanya.

Untuk mengantisipasi dan memberikan rasa aman bagi tamu, prokes terus dijalankan. Pengunjung wajib memindai PeduliLindungi di setiap pintu masuk lobby, basement, dan ballroom. “Kami juga membatasi kapasitas dalam ruangan dan menerapkan jaga jarak. Penyemprotan desinfektan juga rutin dilakukan,” tambahnya.

Ke depan, Chandra berharap, pandemi segera berubah menjadi endemi dan cepat berlalu. Sehingga geliat bisnis hotel perlahan normal kembali. “Semoga Maret nanti, bisnis akan rebounce,” ucapnya. (aya/eno/er)

Lainnya