Daging Sapi Merayap Naik

Daging Sapi Merayap Naik
FLUKTUATIF: Pedagang daging sapi di Los Daging Pasar Baledono, Purworejo, kemarin (1/3). (HENDRI UTOMO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Harga daging sapi di sejumlah pasar di Kabupaten Purworejo mulai merayap naik. Pantauan Radar ­Purworejo di Pasar Baledono mencapai Rp 130 ribu per kilogram. Sedangkan untuk kualitas terbaik Rp 140 ribu per kilogram. Terjadi kenaikan harga sejak sepekan terakhir, naik dari sebelumnya Rp 125 ribu.

Pantauan Radar Purworejo, stok daging sapi di sejumlah los pedagang di Pasar Baledono Purworejo masih menumpuk tinggi hingga pukul 13.00. Padahal para penjual sudah mendasarkan dagangan sejak pagi. Sebetulnya, bulan Rajab banyak orang menggelar hajatan, momen yang ditunggu selain lebaran. Salah satu pedagang daging sapi di Los Daging Pasar Baledono Isti Rahayu mengatakan, sebelum pandemi, cukup mudah untuk menghabiskan 50 kilogram daging dalam sehari. “Hari ini saya stok 20 kilogram daging, baru laku beberapa kilo, sepi sekali,” ucapnya.

Menurutnya, pandemi menyebabkan pasar menjadi sepi, daya beli masyarakat juga turun banyak sekali. Padahal, dahulu fluktuasi harga daging tidak begitu berpengaruh, warga tetap membeli daging sapi karena sebagai kebutuhan.

Minimnya pembeli daging sapi juga karena memang kondisinya sudah berbeda. Menghemat asupan lauk, warga kini juga banyak yang bergeser ke daging ayam yang lebih murah. Contohnya untuk rumah makan atau katering. Sekarang banyak juga yang olahan makanan yang awalnya ­dengan daging sapi beralih ke daging ayam. “Untuk menu hajatan biasanya, kalau bakso masih tetap pakai daging sapi, harga baksonya mungkin yang naik,” ucapnya.

Salah satu pedagang bakso Johandi, 33, mengungkapkan, kenaikan harga daging sudah terjadi sejak sepekan terakhir, ­naik dari Rp 125 ribu menjadi Rp 130 ribu per kilogram. Kenaikan Rp 5.000 per kilogram itu masih dinilai wajar, ia juga mengaku akan tetap bertahan dengan harga bakso yang lama.

Sejak 2008  ia membuka Warung Bakso Rudal lokasinya di Jalan WR Soepratman No 49, Kelurahan Baledono. Pada hari biasa, rata-rata penjualan mencapai 300 porsi bakso atau setara 14 kilogram bahan baku daging sapi. Beberapa ­hari terakhir pengunjungnya masih sama. Dia memang belum menaikan harga dan tidak mengecilkan ukuran, tetapi kalau harga daging naik terus ya terpaksa.”Sebab urusannya dengan pelanggan, menaikan harga atau menge­cilkan ukuran taruhannya sama, pelanggan kabur!” keluhnya.

Ditambahkan, harga bakso Rudal saat ini Rp 14.000 per porsi, mie ayam bakso Rp 15.000 per porsi. Kenaikan harga biasanya terjadi saat lebaran, seiring dengan kenaikan harga daging sapi sebagai bahan baku utama pembuatan bakso. (tom/din)

Lainnya