Petani Garam Jadi Obyek Observasi Siswa MTs Negeri 6

Petani Garam Jadi Obyek Observasi Siswa MTs Negeri 6
LANGSUNG KE LAPANGAN: Observasi lapangan Tim karya iImiah remaja (KIR) MTs Negeri 6 Kebumen ke petani garam di Pantai Silumut, Puring.

KEBUMEN, Radar Kebumen – Tim karya iImiah remaja (KIR) MTs Negeri 6 Kebumen terus mengasah kemampuan untuk menetaskan sebuah karya. Kali ini, dengan melakukan observasi petani garam di Pantai Silumut, Puring.

Guru Pembimbing Wahyu Widayati mengatakan, observasi dilakukan sebagai bentuk aktualisasi atau penjabaran dari materi yang didapatkan selama ini di bangku sekolah. “Lebih ke praktek. Melihat dan merasakan langsung kondisi di lapangan seperti apa, karena di kelas cenderung belajar teori,” ucapnya, Selasa (1/3).

Pada kegiatan itu, empat siswa yang tergabung dalam ekstra sekolah KIR mengunjungi petani garam. Didampingi dua guru pembimbing, para siswa memberanikan diri melontarkan pertanyaan demi pertanyaan. Observasi tersebut bertujuan untuk melatih para siswa menemukan dan merumuskan permasalahan. Yang jelas, kata Wahyu, untuk mengumpulkan data terkait kehidupan petani garam. Apa saja yang dihadapi selama ini. “Bagaimana cara mengatasi perosoalan,” tambahnya.

Kegiatan keluar lapangan tersebut juga merupakan rangkaian persiapan untuk mengikuti lomba KIR tingkat nasional yang diselenggarakan secara online. Modal inilah yang diharapkan menjadi motivasi siswa untuk membuahkan karya dalam ajang perlombaan. Tujuannya, lanjut dia, bukan untuk bersenang-senang, tapi untuk mengorek informasi dan merumuskan permasalahan dari petani garam yang tinggal di sekitar Pantai Silumut. “Hasil nantinya juga untuk persiapan lomba,” tuturnya.

Dari hasil observasi, para siswa memperoleh keterangan tentang awal petani garam dalam menggeluti usahanya. Sejak 2018, sebagian warga sekitar Pantai Silumut telah menggantungkan hidup dari hasil laut yakni garam. “Kami bersama anak-anak langsung bertemu dengan petani garam di sana bernama. Banyak pelajaran yang bisa diambil,” ujarnya.

Sementara, Kepala MTsN 6 Kebumen Mohamad Makhi mendukung penuh kegiatan observasi lapangan yang bersinggungan langsung dengan masyarakat. Dengan begitu, para siswa akan lebih memahami kondisi masyarakat dengan berbagai profesi. “Kami apresiasi dan dukung. Anak-anak jadi bisa terlatih untuk menemukan permasalahan secara riil. Persiapkan semaksimal mungkin menghadapi lomba KIR,” tuturnya. (fid/pra/er)

Lainnya