Bupati Ajak Fadly Padi Lepas Anak Penyu

Bupati Ajak Fadly Padi Lepas Anak Penyu
PELESTARIAN ALAM: Jajaran Forkopimda Kebumen melepasliarkan anakan penyu alias tukik di Laguna Kaliratu, Jogosimo, Klirong, Kamis (3/3).

KEBUMEN, Radar Kebumen – Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengajak vokalis grup band Padi Reborn Fadly melepasliarkan anakan penyu atau tukik di Laguna Kaliratu, Jogosimo, Klirong, Kamis (3/3). Setidaknya ada 100 ekor penyu kecil jenis lekang berusia dua minggu dilepas ke alam bebas.

Fadly Padi memang sedang diajak mengeksplorasi wisata Kebumen. Fadly juga baru saja konser dalam rangkaian malam peringatan setahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kebumen. “Alhamdulillah hari ini saya bersama Forkopimda ditemani sahabat saya Fadly Padi bisa menyempatkan diri ke Jogosimo, Klirong, di Kaliratu,” kata Arif.

Rombongan tidak hanya melepas penyu-penyu kecil dari bibir pantai. Melainkan juga berkesempatan menyaksikan langsung tumbuh kembang penyu di tempat penangkaran. Anakan penyu yang dilepasliarkan tersebut merupakan hasil penangkaran penyu Kelompok Pelestari Alam (KPA) Jogosimo yang menjadi binaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah. “Kami melihat langsung penangkaran penyu yang dikelola warga setempat,” ucapnya.

Anggota KPA Jogosimo Syarif Hidayat mengatakan, area Laguna Kaliratu, Jogosimo menjadi research center penangkaran penyu mandiri satu-satunya di Jawa Tengah. Hingga kini sudah ribuan tukik yang dilepasliarkan ke habitat asalnya. Menurut dia, dulu sebelum ada penangkaran jarang yang sampai kembali ke asalnya. “Banyak yang dimakan predator dan diburu orang karena harganya lumayan,” terangnya.

Syarif menjelaskan, anakan penyu itu diperoleh dari telur hasil buah konservasi dan penyelamatan ketika datang musim penyu bertelur pada September-November. Setiap seekor penyu terkadang mampu menghasilkan ratusan telur. Butuh 40 hari lebih agar telur penyu bisa menetas sempurna. “Perjuangan dan ketelatenan teman-teman disini bagaimana caranya penyu tidak punah,” beber Syarif.

Sementara itu, Fadly mengaku sangat terkesan bisa menyaksikan langsung penangkaran penyu dan berkesempatan melepasliarkan ke habitat asal. Menurutnya, hal tersebut merupakan pengalaman berharga yang sulit dilupakan. “Saya ucapkan terima kasih dan bisa nambah saudara. Ini menjadi pengalaman pertama kali saya lepas tukik,” tuturnya.

Fadly menambahkan, kunjungan ke Kebumen tersebut merupakan kali kedua setelah sebelumnya pada 2000. Itupun dalam waktu cukup singkat. Ia pun terkesan dengan keindahan alam dan kuliner khas Kebumen. “Saya sudah nyicip makanan kuliner Kebumen, tadi diajak Pak Bupati makan nasi penggel. Terus makan sate ambal juga ternyata memang enak-enak,” paparnya. (fid/pra)

Lainnya