Denda bagi Perusak Lingkungan

Denda bagi Perusak Lingkungan
KESEPAKATAN BERSAMA: Yayasan Kanopi Indonesia bersama dengan tim kesepakatan pelestarian alam desa (KPAD) Tlogoguwo dan juga Desa Donorejo beberapa waktu lalu. Mereka berkomitmen untuk mengajak masyarakat menjaga kelestarian lingkungan. (ISTIMEWA)

RADAR PURWOREJO – Semakin banyak desa-desa di Kabupaten Purworejo yang berkomitmen untuk terus menjaga kelestarian alam di wilayahnya. Mereka sepakat potensi alam yang dimiliki ini harus dijaga. Bahkan, mereka juga menerapkan peraturan khusus disertai sanksi bagi pelanggarnya.

Desa Benowo, Kecamatan Bener misalnya. Desa ini menerbitkan Peraturan Desa Nomor 3/2022 tentang Pelestarian Lingkungan Hidup. Salah satunya, sudah menerapkan denda maksimal hingga puluhan juta bagi pelanggarnya. “Yaitu, bagi warga yang berani menebar bahan kimia, racun, peledak, setrum, dan bahan berbahaya lainnya untuk mengambil ikan, udang, dan sejenisnya,” kata PJ Kades Benowo Nuryanto.

Seperti diketahui, Desa Benowo merupakan desa yang tidak memiliki area persawahan tetapi memiliki pesona yang indah. Misalnya, memiliki objek wisata alam mulai dari hutan pinus, pegunungan, air terjun, hingga petilasan.Sebagai salah satu zona penyangga otoritas Borobudur Badan Otorita Borobudur (BOB), pihak BOB dan pemangku kepentingan lainnya sudah menandatangani kesepakatan bersama untuk menjaga kelestarian alam di sana. Yakni, agar ekosistem burung hingga pepohonan yang ada di Desa Benowo tetap lestari.

Desa lain yang memiliki potensi alam yang tinggi adalah Desa Donorejo, Kaligesing. Pemerintah desa setempat terus menggeliatkan sosialisasi terhadap para warganya untuk menjaga kelestarian alam desa. Sebab, desa tersebut memiliki ekosistem sungai hingga hutan yang masih asri dan alami. “Beberapa kali desa kami dilakukan sosialisasi terkait bahaya merusak ekosistem alam. Seperti, menembak burung secara liar, menangkap ikan dengan diledakkan, dan sebagainya oleh Yayasan Kanopi Indonesia,” ujar salah satu anggota Karang Taruna Desa Donorejo Anang Syamsuddin.

Dikatakan, yayasan tersebut merupakan lembaga nirlaba yang memiliki bidang utama dalam lingkup pelestarian keanekaragaman hayati baik flora dan fauna. “Kalau desa kami memang dapat dikatakan hutannya cukup banyak sehingga masih banyak burung-burung dan juga sungai yang ada ikannya,” sebutnya.

Untuk itu, upaya tersebut sangat penting untuk dilakukan. Tujuannya, untuk kelestarian sumber daya alam dan pemanfaatannya dapat berkelanjutan sehingga generasi mendatang tetap dapat merasakan. “Untuk saat ini memang belum, tetapi akan diupayakan,” ujar dia. (han/din)

Lainnya