Harga Cabai Merah Tembus Rp 60 Ribu

Harga Cabai Merah Tembus Rp 60 Ribu
KOMPLET: Kios salah satu pedagang di Pasar Baledono yang menyediakan berbagai sayur mayur, termasuk cabai rawit, cabai merah yang mulai mengalami kenaikan harga. (JIHAN ARON VAHERA/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Selain kesulitan mencari minyak goreng, kini masyarakat juga kelimpungan lantaran harga cabai kembali naik.Tiga hari yang lalu, harga cabai rawit masih Rp 52 ribu per kilogram dan sebelumnya hanya Rp 37 ribu. Kemarin (7/3) harganya sudah melambung menjadi Rp 60 ribu per kilogram. “Ya, untuk harga cabai cenderung naik di pasaran. Sekarang di Kabupaten Purworejo rata-rata cabai rawit tembus Rp 60 ribu per kilogram ,” ujar Rifai Apin, salah satu pedagang sembako di Pasar Baledono Purworejo kepada Radar Purworejo.

Dia memperkirakan kenaikan harga tersebut berhubungan dengan cuaca yang berakibat pada hasil panen. Sementara, untuk cabai merah Rp 48 ribu sampai Rp 50 ribu, cabai lalapan Rp 30 ribu sampai Rp 35 ribu dan cabai hijau Rp 18 ribu per kg. Sedangkan bawang merah dan bawang putih cenderung turun, yakni Rp 25 ribu untuk bawang merah dan bawang putih Rp 23 ribu. “Tetapi kalau bawang putih jenis kating stabil di Rp 28 ribu hingga Rp 29 ribu,”papar dia.

Dikatakan, untuk harga telur juga naik yaitu dari kisaran Rp 24 ribu, sekarang menjadi Rp 26 ribu. Selain itu, harga minyak juga belum seragam di pasaran, rata-rata masih di kisaran Rp 25 ribu per kilogram untuk yang tidak subsidi.

Belum diketahui secara pasti apa penyebab kenaikan harga tersebut. Pedagang lain di Pasar Baledono Purworejo Tilah menyebutkan, naiknya harga cabai di pasaran akibat persediaan atau stok yang sedikit sedangkan permintaan banyak. “Gampangnya begitu. Stok menipis tetapi permintaan tinggi, sehingga harga barang naik,” katanya.

Salah satu warga Purworejo Gutik ,47, menyebutkan, dia tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut. Kecuali, kalau untuk pedagang atau pengusaha kuliner mungkin akan kelimpungan karena yang biasa beli jumlah banyak.”Kan mereka pengusaha kuliner)seperti geprek, penyet, atau kuliner lain yang butuh cabai banyak,” ucap Gutik.

Disebutkan, dia masih bisa melakukan cara lain yaitu dengan menanam pohon cabai sendiri di rumahnya. Baginya tidak begitu bermasalah. Apalagi hanya ibu rumah tangga. “Kalau saya punya pohon cabai meskipun tidak banyak, bisa buat selingan, jadi tidak perlu beli,” tandasnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Kolimah, 60, dia tidak begitu memikirkan kenaikan harga tersebut. Dia menganggap kenaikan kebutuhan pokok adalah hal wajar. “Belinya sedikit-sedikit kalau cabai, tapi kalau minyak ini saya berharap pemerintah benar-benar mampu menuntaskan permasalahan yang ada,” sebut dia. (han/din)

Lainnya