Siswa MTs Negeri 5 Kebumen Hasilkan Antologi Cerpen

Siswa MTs Negeri 5 Kebumen Hasilkan Antologi Cerpen
HASIL KARYA: Launching antologi cerpen karya siswa MTs Negeri 5 Kebumen.

KEBUMEN, Radar Kebumen – Beribu cara bisa dilakukan untuk menumbuhkembangkan budaya literasi. Seperti halnya MTs Negeri 5 Kebumen yang baru saja sukses menerbitkan antologi cerpen hasil para peserta didik.

Guru Pembimbing Literasi MTs Negeri 5 Kebumen Maryani menyampaikan, kumpulan antologi cerpen tersebut berhasil dibuat menjadi sebuah buku. Sehingga dirasa perlu untuk dipublikasikan agar bisa dinikmati oleh masyarakat luas. “Untuk mengenalkan buku karya siswa dan guru kepada masyarakat dan warga madrasah sehingga dapat memberikan inspirasi untuk karya berikutnya,” jelasnya usai launching buku antologi cerpen di Aula MTsN 5 Kebumen, Sabtu, (5/3).

Maryani menambahkan, buku antologi cerpen itu berjudul Permen Kertas. Buah karya tersebut merupakan koleksi peserta didik kelas VII-IX yang baru diikutsertakan dalam festival literasi tingkat kabupaten.

Selain karya siswa, MTs Negeri 5 Kebumen juga mempersembahkan karya antologi puisi guru berjudul ‘Adiwarna Nusantara’ dan antologi artikel guru berjudul ‘Merajut Kata Untuk Indonesia’. Bersama buku itu, diterbitkan juga buku antologi 100 karya terbaik pelajar berjudul ‘Bumikata’. “Launching buku ini merupakan publikasi dan promosi karya peserta didik, guru dan karyawan MTs Negeri 5 Kebumen yang digabung berdasar jenisnya,” sambungnya.

Acara launching dilanjutkan penyerahan plakat penghargaan peserta literasi. Selain itu juga diserahkan piagam penghargaan juara cerpen terbaik tingkat sekolah. Sebagai bentuk apresiasi para peserta juga mendapatkan buku yang memuat karyanya. “Untuk memberikan semangat dalam meningkatkan budaya literasi kami berikan buku dari karya peserta didik,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala MTs Negeri 5 Kebumen Muhammad Zainal Muhtadin menyambut baik dan memberikan apresiasi atas capaian yang ditorehkan peserta didik. Namun begitu, ia meminta guru pembimbing dan peserta didik untuk lebih giat dalam membumikan literasi sebagai modal peningkatan kapasitas di lingkungan madrasah. “Jangan berhenti sampai sini dan mudah merasa puas. Terus kembangkan sebagai ajang meningkatkan minat baca dan berkarya,” tuturnya. (fid/pra/er)

Lainnya