Ulama Besar Turki Dievakuasi dari Ancaman Banjir

Ulama Besar Turki Dievakuasi dari Ancaman Banjir
DIEVAKUASI: Ulama asal Turki Syekh Muhammad Fadhil Al Jilani Al Hasani dijemput menggunakan perahu karet saat kunjungan di Pesantren Al Kahfi Somalangu, Kebumen yang terdampak banjir kemarin (15/3).

KEBUMEN, Radar Kebumen – Ulama kenamaan asal Turki Syekh Muhammad Fadhil Al Jilani Al Hasani dievakuasi menggunakan perahu karet keamarin (15/3). Dia terjebak banjir saat berkunjung ke Pesantren Al Kahfi, Somalangu, Kebumen.

Dosen di American University for Human Sciences itu tampak menerobos banjir dibantu sejumlah relawan bencana. Syekh Muhammad Fadhil atau dikenal Syekh Fadhil, dievakuasi bersama dua pendamping yang menjadi penerjemahnya. “Evakuasi sekitar jam 11.00 karena masih banyak tamu dan nunggu perahu karet datang,” kata relawan kebencanaan Sunaryo.

Sunaryo menuturkan, saat dievakuasi ketinggian banjir mencapai 1-1,5 meter. Evakuasi dilakukan lantaran Syekh Fadhil harus segera bertolak ke Jogja. “Mau ngaji di Jogja,” bebernya.

Sebelumnya, Syekh Fadhil sudah menunggu evakuasi sejak pukul 09.00. Diketahui, dia berada di Pesantren Al Kahfi dalam rangka lawatan di sejumlah daerah termasuk di Kebumen.

Santri Pesantren Al Kahfi Lukman Akrom mengaku, pimpinan umum Markaz al-Jilani Istanbul itu memang kerap mengunjungi pesantrennya. Yang dikenal sebagai pesantren tertua di Asia Tenggara. Untuk mengisi pengajian dan salawatan. “Semalam juga begitu, ngaji tafsir al jailani dan salawat. Bermalam di sini,” kata Lukman.

Menurutnya, ulama yang pernah menjadi guru besar Masjid Nabawi itu sudah dua tahun tidak berkunjung ke Pesantren Al Kahfi. Karena terhalang pandemi Covid-19. “Biasanya setiap tahun sekali pasti ke pondok,” ungkapnya.

Hingga kini, tambah Lukman, banjir yang mengepung Pesantren Al Kahfi mulai surut dan sudah mendapat penanganan dari pemerintah. Hanya saja, dampak banjir mengganggu kegiatan rutin pesantren. “Semoga habis Isya surut total dan bisa beraktivitas seperti biasa,” harapnya. (fid/eno/er)

Lainnya