Mancing Ucul-uculan Ikan dari Pemancingan

Mancing Ucul-uculan Ikan dari Pemancingan
BERBURU IKAN: Sejumlah warga di Desa Dorowati, Klirong berjejer mancing ikan di pinggir sawah yang terendam banjir, Kamis (17/3).

KEBUMEN, Radar Kebumen – Bukan bermaksud menari di atas penderitaan orang lain. Tapi warga memanfaatkan lepasnya ikan-ikan dari pemancingan, akibat banjir bandang. Dengan ramai-ramai memancing di pinggir jalan.

Ada pemandangan menarik di pinggir jalan Dorowati-Petanahan, Kamis (17/3). Sejumlah warga tampak berjejer rapi duduk memenuhi pinggir areal persawahan yang terendam banjir. Mereka tampak begitu asyik memancing ikan usai air banjir perlahan mulai surut.

Seperti dilakukan, Ahmad Baedowi, 42, warga Desa Dorowati, Klirong. Musibah banjir menurutnya membawa berkah tersendiri. Ia bersama warga lain rela duduk lama sembari menunggu umpan pada kail mata pancing disambar ikan. Hasilnya, ikan bawal dan lele ia dapatkan. “Lumayan lah, ini namanya iseng-iseng berhadiah. Tidak perlu jauh-jauh mancing ke waduk,” katanya, sambil mancing.

Baedowi mengatakan, ikan tersebut berasal dari luapan salah satu pemancingan ikan yang tak jauh dari lokasi mereka mancing. Ikan lepasan yang diburu para warga itu terbilang cukup besar. Satu ekor ikan nila bisa mencapai satu cakupan tangan orang dewasa. “Ucul-uculan (lepasan). Ikan larinya dari utara, kami yang di selatan tinggal mancing. Beruntung sekali ini dari rumah tinggal cari umpan sama bawa pancingan,” tuturnya sambil tersenyum.

Lebih lanjut, Baedowi yang merupakan warga setempat itu mengaku wilayahnya sempat terendam banjir usai hujan deras pada Senin (14/3). Aktivitas mancing menjadi hiburan tersendiri setelah dihinggapi rasa takut dan khawatir. “Kemarin rasanya was-was. Hujan bisa deras begitu ketambahan angin sama petir. Timbang mikir yang kemarin takut sekarang mending mancing,” sambungnya.

Senada dengan Baedowi, Anifudin, 21, warga Tanjungsari, Petanahan tak ketinggalan ikut mancing. Meski datang dari luar wilayah Desa Dorowati, tak menyurutkan niatnya untuk membawa pulang hasil mancing ikan yang hanyut terbawa banjir. “Saya bukan asli sini, karena awalnya dapat info dari teman langsung meluncur lokasi. Ternyata benar banyak juga yang mancing,” ungkapnya.

Sejak siang ia bersama tiga temannya berbaur dengan warga lain menanti keberuntungan mancing. Sudah tiga hari ia tak pernah absen mendatangi lokasi mancing. Hasil dari mancing tersebut sebagian ada yang dijual, sebagian lagi dikonsumsi sendiri. “Sekedar buat lauk timbang beli apalagi lagi sulit cari uang. Kemarin teman sih ada yang dapat sekitar 2 kg, dijual per kilo kalau tidak salah Rp 30 ribu,” terangnya. (pra)

Lainnya